Pasukan Ukraina gunakan kanon klasik ZU-23-2 untuk memburu drone Lancet Rusia

ZU-23-2Istimewa

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Drone kamikaze Lancet Rusia telah menghadirkan ancaman signifikan terhadap mekanisme pertahanan Ukraina, mengingat kemampuannya untuk melenyapkan kendaraan lapis baja sekalipun.

Lancet-1 hingga Lancet-3 yang berdesain kompak sangat susah untuk dinetralkan dan terlalu mahal untuk dihancurkan menggunakan rudal panggul (MANPADS).

Senapan mesin ataupun kanon antipesawat tradisional dapat menawarkan solusi yang efisien dan berbiaya murah untuk menghadapinya.

Nah, nenurut ArmyInform, Brigade Mekanik Terpisah ke-30 Ukraina menggunakan kanon antipesawat ZU-23-2 untuk menangkal drone Lancet Rusia tersebut.

Tentang senapan mesin ZU-23-2, merupakan kanon otomatis berdiameter 23 mm yang telah digunakan sejak tahun 1960-an.

Dilengkapi dengan dua barel dan sabuk peluru yang panjang, ia dapat menyerang pesawat hingga jarak 2,5 km.

Awalnya ditujukan untuk menghadapi helikopter dan pesawat serang terbang rendah, kini ZU-23-2 dapat diandalkan guna memerangi drone serang, drone kamikaze, dan drone pengintai.

ZU-23-2 yang memiliki berat hampir satu ton ini, biasanya membutuhkan awak dua orang yakni penembak dan komandan untuk mengoperasikannya.

Personel tambahan dapat ditambahkan untuk membantu tugas lain seperti spotter, komunikasi, dan manajemen amunisi.

Dengan kecepatan tembak 400 putaran per menit per kanon, ZU-23-2 dapat mencakup area langit yang luas, memungkinkannya untuk melenyapkan bahkan target kecil seperti drone Lancet.

Selain untuk memburu Lancet, ZU-23-2 juga digunakan merontokkan drone intai dan penargetan Orlan-10 pasukan Rusia, yang juga berdimensi kecil.

-RBS-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *