AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – TNI Angkatan Udara membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, tangguh, dan profesional.
Oleh karenanya, TNI AU akan menjaring calon-calon prajurit potensial secara komprehensif.
Untuk mencapai target tersebut, perlu dikedepankan kualitas sebelum kuantitas (quality before quantity), sehingga kandidat prajurit TNI AU benar-benar diisi oleh calon-calon yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan TNI AU.
Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Udara (Aspers Kasau) Marsekal Muda TNI Elianto Susetio menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Koordinasi Pembinaan Personel TNI AU Tahun 2022 di Gedung Suharnoko Harbani Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur pada Senin (14/3/2022).
Aspers Kasau berharap, Rakor yang dilaksanakan dapat menjadi sarana komunikasi dan membantu menyelesaikan permasalahan bidang personalia di jajaran TNI AU.
“Gunakan arahan, penjelasan, dan paparan para pejabat sebagai masukan dan referensi dalam pelaksanaan pembinaan bidang personalia di Satker masing masing,” ujar Elianto seperti disiarkan Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau).
Aspers juga berharap, seluruh peserta Rakernispers mencermati berbagai perubahan ketentuan atau peraturan yang berlaku terkait dengan pembinaan personel TNI AU sebagai acuan dalam pelaksanaan tugas.
Rakorpers berlangsung selama satu hari. Rakor diisi dengan paparan para Kadis di bawah supervisi Spersau.
Tema yang diangkat dalam Rakorpers kali ini adalah “Melalui Reformasi Struktural Bidang Sumber Daya Manusia Insan Personalia Siap Mendukung Tugas TNI AU”.
Sebagai informasi tambahan, TNI AU dalam beberapa tahun ke depan akan mendapatkan tambahan sejumlah pesawat yang dibeli oleh Kementerian Pertahanan RI.
Pesawat-pesawat tersebut antara lain T-50i Golden Eagle dari Korea Selatan, C-130J Super Hercules dari Amerika Serikat, serta Rafale dan A400M dari Prancis.
Kementerian Pertahanan juga akan mengakuisisi F-15EX Eagle II dari Amerika Serikat dan sejumlah pesawat lain jenis tanker multirole, AWACS, dan lainnya.
-Poetra-

