Kalibr dan Iskander, duet maut senjata presisi dari Rusia

Iskander and Kalibr_Airspace ReviewIstimewa

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sebagai pembuka serangan selama invasi ke Ukraina, militer Rusia mengandalkan rudal jelajah dan misil balistik untuk menghantam target militer strategis Ukraina.

Ditengarai senjata presisi tinggi yang digunakan pertama adalah dari keluarga misil jelajah 3M54 Kalibr atau dikenal juga sebagai 3M14 Biryuza.

Misil ini dikembangkan sejak 1990 oleh tim Novator Design Bureau, KTRV, MKB Fakel, NPO Mash, Raduga, NPO Zvezda Strela. Mulai diproduksi sejak 1994.

Misil yang dijuluki NATO sebagai SS-N-27 Sizzler dan SS-N-30A ini berjangkauan mulai terdekat dari 50 km hingga terjauh 4.500 km.

3M54/3M14 terdiri dari beberapa varian, ada yang diluncurkan dari kapal permukaan, kapal selam, pesawat terbang, truk (TEL) hingga dalam kontainer yang dapat dipindahkan.

Kemudian senjata presisi kedua adalah misil balistik jarak dekat 9K720 Iskander yang di juluki NATO sebagai SS-26 Stone.

Misl ini dirancang pada 1988 oleh tim Votkinsk Plant State Production Association (Votkinsk), Production Association Barricades (Volgograd) dan KBM (Kolomna). Misil baru diproduksi tahun 2006.

Sepasang misil Iskander ditempatkan di atas truk jenis TEL.

Misil meluncur dengan kecepatan hipersonik (5,9 Mach) dan berjangkauan terdekat 50 km dan terjauh 500 km.

-RBS-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *