Sempat dikira UFO, rekaman F-16 AS tembak jatuh objek di Danau Huron akhirnya terungkap
Via TWZ AIRSPACE REVIEW – Militer Amerika Serikat akhirnya merilis rekaman video yang memperlihatkan detik-detik jet tempur F-16 milik Garda Nasional Udara menembak jatuh sebuah objek misterius di atas Danau Huron pada Februari 2023.
Video inframerah yang sempat dirahasiakan ini mengonfirmasi anggapan kuat bahwa objek yang sempat dikategorikan sebagai Unidentified Aerial Phenomena (UAP) atau UFO tersebut sebenarnya adalah sebuah balon udara biasa.
Rekaman video ini dirilis oleh Pentagon sebagai bagian dari gelombang deklasifikasi dokumen di bawah inisiatif Presidential Unsealing and Reporting System for UAP Encounters (PURSUE).
Langkah ini merupakan upaya transparansi baru dari pemerintah AS terkait fenomena benda terbang tak dikenal.
Peristiwa penembakan tersebut terjadi pada 12 Februari 2023. Saat itu, dua jet tempur F-16CM dari Garda Nasional Udara Minnesota dikerahkan setelah radar mendeteksi objek asing yang terbang di ketinggian sekitar 20.000 kaki (sekitar 6.000 meter).
Karena dinilai berpotensi membahayakan penerbangan sipil, salah satu F-16 menembak jatuh objek tersebut di atas Danau Huron, yang berada di perbatasan AS-Kanada, menggunakan rudal AIM-9X Sidewinder.
Insiden Danau Huron ini terjadi hanya beberapa hari setelah hebohnya penembakan balon mata-mata China di lepas pantai South Carolina (4 Februari 2023), serta dua objek tak dikenal lainnya di Alaska dan Yukon, Kanada.
Berdasarkan rekaman kamera inframerah dari Sniper Advanced Targeting Pod (ATP) pada jet F-16, objek tersebut terlihat jelas berbentuk bulat seperti balon.
Tampak pula seutas tali atau kabel tunggal yang menjuntai di bawahnya, tanpa ada muatan (payload) besar yang menggantung.
Pada detik ke-20 dalam video, objek tersebut tampak langsung pecah dan hancur secara radial akibat benturan rudal.
Karakteristik kehancuran ini sangat konsisten dengan balon yang meledak ketika terkena tekanan tinggi.
Deskripsi visual ini selaras dengan rekaman audio komunikasi kokpit pilot F-16 yang sempat bocor ke publik sehari setelah insiden.
Dalam rekaman suara tersebut, salah satu pilot terdengar bingung menentukan bentuknya yang kecil, namun pilot lainnya menyimpulkan, “Saya akan menyebutnya sebagai sebuah balon.”
Transparansi yang terlambat ini memicu kritik atas kebijakan komunikasi Pentagon.
Dokumen internal dari militer Kanada yang diperoleh melalui undang-undang keterbukaan informasi sebelumnya mengungkapkan bahwa Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) sempat menemukan puing-puing di pesisir Danau Huron.
Laporan dari Angkatan Udara Kerajaan Kanada (RCAF) menduga kuat bahwa objek tersebut adalah balon cuaca yang terlepas dari stasiun radar Layanan Cuaca Nasional AS di Michigan.
Mantan kepala badan pelacak UFO Pentagon (AARO), Sean Kirkpatrick, dalam sebuah diskusi baru-baru ini juga menegaskan hal yang sama.
“Kami mengerahkan jet dan menembak jatuh banyak hal. Anda tahu apa yang kami tembak jatuh? Balon,” ujarnya.
Rilisnya video ini seolah menutup spekulasi liar mengenai keterlibatan teknologi luar angkasa (alien) dalam insiden tahun 2023 tersebut, sekaligus menyisakan pertanyaan besar dari publik mengapa militer AS membutuhkan waktu hingga tiga tahun hanya untuk menunjukkan bukti video sebuah balon cuaca. (PN)

