Terungkap, drone kamikaze Disruptor yang selama ini dirahasiakan oleh Angkatan Darat AS

Drone Disruptor Angkatan Darat ASJohn Healy

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat AS (US Army) telah menguji coba dan mengevaluasi drone jelajah “Disruptor” dalam latihan multinasional bersandi Arcane Thunder 26, pada 6-29 April.

Selain prajurit US Army, sejumlah prajurit dari unit Inovasi Komando Multi Domain Eropa (Jerman dan Polandia) terlibat dalam uji coba yang berlangsung di Pusat Pelatihan Nasional di Fort Irwin, California.

Kemunculan Disruptor turut mengonfirmasi drone kamikaze yang bertahun-tahun telah beroperasi dalam kerahasiaan tinggi, kini terungkap keberadaannya.

Disruptor dirancang dan diproduksi oleh AEVEX Aerospace yang berdiri sejak 2017. Perusahaan ini berspesialisasi dalam solusi intelijen udara, sistem tanpa awak, dan teknologi navigasi otonom.

Asal usul Disruptor sendiri bermula dari program Phoenix Ghost milik AEVEX Aerospace, sebuah keluarga amunisi jelajah yang dipercepat pengembangannya untuk disumbangkan kepada Ukraina pada April 2022.

Phoenix Ghost bukanlah satu pesawat tunggal, melainkan program yang menghasilkan beberapa desain drone berbeda dengan ukuran dan tingkat kemampuan yang berbeda pula. Disruptor merupakan anggota terbesar dan paling mumpuni dari keluarga tersebut.

Badan drone dibangun menggunakan material serat karbon berbentuk tabung dengan elemen struktural aluminium, sayap lurus dengan bagian aerofoil berisi busa dan rusuk kayu, serta konfigurasi ekor model V.

Untuk spesifikasinya, Disruptor berdimensi panjang 3 m, bentang sayap 4,8 m, dan memiliki berat lepas landas maksimum (MTOW) sekitar 84 kg.

Drone diluncurkan menggunakan sistem ketapel pneumatik menggunakan bantuan roket. Selain itu, drone bisa juga dilepaskan ke udara dari atas atap kendaraan ringan yang melaju kencang.

Sebagai tenaga penggeraknya, Disruptor menggunakan mesin pembakaran internal kecil model pusher yang menggerakkan baling-baling dua bilah.

Amunisi jelajah ini dapat tetap berada di udara selama 4,5 jam dan terbang hingga jarak 600 km sambil membawa muatan hulu ledak seberat 22,5 kg.

Disruptor dapat diandalkan untuk menyasar target diam maupun bergerak seperti kendaraan ringan, sistem radar, depot BBM, dan konsentrasi personel.

Meskipun telah beroperasi sejak 2022, detail operasional spesifik tentang bagaimana dan di mana Disruptor telah digunakan tetap masih dirahasiakan. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *