Gila! Jet tempur Su-35 bersenjata penuh pepet pesawat mata-mata Inggris RC-135W Inggris dalam jarak enam meter
Via X AIRSPACE REVIEW – Sebuah insiden udara serius yang melibatkan pesawat militer Rusia dan Inggris kembali memicu ketegangan antara Moskow dan NATO.
Kementerian Pertahanan Inggris mengungkapkan bahwa pesawat intelijen elektronik RC-135W Rivet Joint milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) menjadi sasaran pencegatan yang dinilai “berbahaya dan tidak dapat diterima” oleh jet tempur Rusia.
Insiden ini terjadi saat pesawat RAF tersebut sedang melakukan misi pengawasan di ruang udara internasional di atas Laut Hitam.
Menurut otoritas Inggris, peristiwa yang terjadi pada bulan April tersebut melibatkan dua jet tempur Rusia, yaitu Sukhoi Su-35 dan Su-27. Kedua pesawat membawa persenjataan yang lengkap.
Dalam salah satu manuvernya, Su-35 terbang sangat dekat dengan pesawat pengintai Inggris hingga memicu sistem darurat otomatis pada RC-135W, yang menyebabkan sistem autopilot pesawat mati untuk sementara waktu.
Tak hanya itu, jet tempur Su-27 juga dilaporkan melakukan enam kali manuver jarak dekat tepat di depan pesawat Inggris.
Pada salah satu momen, jet Rusia tersebut melintas hanya dalam jarak enam meter dari bagian hidung pesawat RAF, sebuah jarak yang sangat berbahaya mengingat kedua pesawat sedang terbang dalam kecepatan tinggi.
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk perilaku tidak bertanggung jawab dari para pilot Rusia.
Ia menegaskan bahwa manuver semacam itu meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan dan dapat memicu eskalasi konflik yang tidak disengaja di wilayah yang sudah dipenuhi ketegangan geopolitik. London juga telah melayangkan protes diplomatik resmi kepada Kedutaan Besar Rusia.
Meski menghadapi situasi yang sangat berbahaya, kru pesawat Inggris berhasil mempertahankan kendali dan menyelesaikan misi mereka dengan aman.
Pesawat RC-135W Rivet Joint tersebut terbang tanpa membawa senjata dalam rangka patroli rutin untuk mendukung operasi NATO dalam mengawasi wilayah sayap timur aliansi.
Misi pengawasan seperti ini semakin intensif dilakukan sejak pecahnya perang di Ukraina, khususnya di wilayah Laut Hitam, Laut Baltik, dan Eropa Utara.
Pesawat RC-135W Rivet Joint milik Skuadron 51 RAF merupakan salah satu platform intelijen paling canggih yang beroperasi di Eropa.
Pesawat ini memiliki spesifikasi khusus untuk mencegat serta menganalisis sinyal elektronik dan komunikasi militer guna memantau radar, sistem pertahanan udara, dan pergerakan pasukan secara real-time.
Insiden ini tercatat sebagai peristiwa paling serius yang melibatkan pesawat pengintai Inggris sejak September 2022, ketika sebuah jet tempur Su-27 Rusia sempat melepaskan rudal di dekat pesawat RC-135W RAF di wilayah yang sama.
Walaupun Rusia saat itu berdalih adanya kesalahan teknis, investigasi barat menunjukkan situasi tersebut jauh lebih serius dan dinilai sebagai salah satu momen dengan risiko bentrokan langsung tertinggi antara Rusia dan anggota NATO.
Kendati ada tindakan agresif dari Rusia, pemerintah Inggris menegaskan bahwa pihaknya tidak akan gentar dan akan terus melanjutkan misi pengawasan di ruang udara internasional bersama sekutu NATO demi menjaga keamanan kawasan.
Menariknya, menurut analis, Inggris menegaskan bahwa Rivet Joint adalah pesawat mata-mata canggih.
Pernyataan ini seolah membenarkan bahwa mereka memang sedang mengumpulkan data intelijen di dekat wilayah Rusia, dan kini “protes” ketika operasi tersebut diganggu. (PN)


Inggris gak usah baper gitu, toh dia juga supply senjata dan data ke Ukraina untuk menembaki Rusia.