Capai sejarah baru, India pamerkan pesawat C295 pertama buatan dalam negeri: Lebih cepat dari jadwal
Via X AIRSPACE REVIEW – India berhasil mencatatkan tonggak sejarah baru dalam industri pertahanan nasionalnya setelah resmi memamerkan (roll-out) pesawat angkut militer Airbus C295 pertama yang diproduksi sepenuhnya di dalam negeri.
Pesawat tersebut keluar dari fasilitas jalur perakitan akhir (Final Assembly Line) milik Tata Advanced Systems dan Airbus di Vadodara, negara bagian Gujarat, beberapa bulan lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan.
Keberhasilan ini menjadi dorongan besar bagi program kedirgantaraan nasional “Make in India” serta strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian industri sektor kedirgantaraan militer.
Momentum roll-out yang berlangsung pada pertengahan Mei 2026 tersebut juga menjadi penanda sejarah baru.
Untuk pertama kalinya sebuah pesawat angkut militer kelas ini dirakit secara utuh oleh perusahaan swasta asal India, sekaligus memutus monopoli industri pertahanan yang selama ini didominasi oleh perusahaan milik negara.
Setelah proses perakitan selesai, pesawat C295 buatan lokal ini akan menjalani serangkaian uji coba di darat, pengecekan sistem secara menyeluruh, serta evaluasi operasional sebelum melaksanakan penerbangan perdana dan diserahkan secara resmi kepada Angkatan Udara India (IAF).
Kemitraan Strategis 2,6 Miliar USD
Proyek ini merupakan bagian dari kontrak kerja sama yang disepakati antara Pemerintah India dan Airbus pada September 2021 untuk pengadaan total 56 unit pesawat C295.
Nilai kesepakatan fantastis tersebut mencapai 2,6 miliar USD (sekitar Rp41,6 triliun), menjadikannya salah satu kontrak paling signifikan dalam sejarah penerbangan militer India modern.
Sesuai isi kesepakatan, 16 unit pesawat pertama diproduksi langsung oleh Airbus di Sevilla, Spanyol, dan semuanya telah tuntas dikirimkan ke India.
Sementara itu, 40 unit pesawat sisanya akan diproduksi dan dirakit secara lokal melalui kemitraan strategis dengan Tata Advanced Systems.
Fasilitas pabrik di Vadodara sendiri diresmikan pada Oktober 2024 oleh Perdana Menteri India Narendra Modi bersama Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez. Awalnya, target penyerahan pesawat pertama hasil rakitan dalam negeri dijadwalkan pada September 2026.
Namun, berkat efisiensi kerja sama tim, lini produksi India berhasil menyelesaikannya lebih cepat dari jadwal.
Seluruh 40 unit pesawat C295 rakitan domestik ini ditargetkan selesai dan dikirim secara bertahap hingga tahun 2031 guna menggantikan armada pesawat usang HS 748 Avro milik IAF.
Kehadiran Airbus C295 yang memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat di landasan pacu pendek dan darurat ini diproyeksikan akan meningkatkan kapasitas transportasi taktis, logistik militer, serta misi kemanusiaan IAF secara signifikan, terutama di wilayah-wilayah perbatasan yang terpencil dan bergunung-gunung. (RNS)


Bukannya seri C pada kode pesawat berarti itu Buatan Casa Spanyol ?