Inovasi unik Vietnam: Ciptakan USV mini dari mainan RC dan hulu ledak RPG-7

Vietnam ciptakan USV mini dengan hulu ledak RPG-7Via X

AIRSPACE REVIEW – Vietnam baru-baru ini meluncurkan sebuah wahana air tanpa awak (unmanned surface vessel/USV) berukuran mini yang cukup menarik perhatian dunia militer.

Wahana yang diberi nama “Water Spider” (Laba-laba Air) ini dibuat dengan memodifikasi perahu mainan yang dikendalikan dengan remote kontrol (RC), lalu dipasangi hulu ledak RPG-7 di atasnya.

Water Spider USV menggunakan basis perahu mainan RC yang tampaknya ditenagai oleh mesin pembakaran internal berbahan bakar bensin.

Uniknya, sebuah hulu ledak kumulatif PG-7 dari proyektil RPG-7 dipasang dengan cara dilem di bagian atas perahu sebagai muatan senjata utama.

Secara teoritis, Water Spider menawarkan sejumlah keunggulan seperti biaya produksi yang sangat murah, kecepatan tinggi, serta ukuran yang kecil sehingga akan sangat sulit dicegat oleh musuh.

Jika dikerahkan dalam jumlah besar (taktik swarm atau kawanan), wahana ini bisa menjadi ancaman nyata untuk memburu kapal-kapal kecil di area sungai maupun danau.

Meski demikian, para pengamat militer menyoroti beberapa hal yang menjadi keterbatasan dari inovasi tersebut.

Water Spider dengan konfigurasi hulu ledak PG-7 yang terpasang secara horizontal dinilai hanya akan melubangi bagian kapal di atas garis air (waterline), sehingga efek kerusakannya cenderung terbatas pada kapal besar.

Namun, cerita akan berbeda jika targetnya adalah perahu kecil atau sesama USV kamikaze. Water Spider dinilai cukup efektif untuk memicu ledakan hulu ledak milik USV musuh sebelum mencapai target.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, perahu mikro ini tidak dilengkapi dengan kamera internal (onboard camera).

Operator mengendalikannya menggunakan remote controller bawaan dari perahu mainan tersebut. Artinya, perahu ini hanya bisa dioperasikan dalam jarak pandang langsung (line-of-sight/LOS) yang pendek dan sangat rentan terhadap sistem peperangan elektronik (EW).

    Para analis juga mempertanyakan efisiensi biaya dari proyek ini. Dengan biaya yang tidak jauh berbeda, militer sebenarnya bisa menggunakan drone FPV (First-Person View) yang mampu membawa hulu ledak PG-7 yang sama, tetapi dengan keunggulan terbang lebih cepat dan jarak jangkau yang jauh lebih luas tanpa hambatan air.

    Kendati proyek Water Spider ini terkesan sebagai solusi improvisasi yang dipertanyakan, Vietnam diketahui tidak hanya mengembangkan proyek eksperimental seperti ini.

    Di saat yang sama, Hanoi juga tengah mengembangkan dan mengerahkan USV skala penuh yang ukuran dan konsepnya jauh lebih canggih, serupa dengan teknologi drone laut yang digunakan oleh Ukraina.

    Pengembangan unik ini menambah daftar inovasi militer Vietnam yang tidak biasa, setelah sebelumnya negara tersebut juga memilih memproduksi tank amfibi ringan baru T-1 yang meniru desain tank klasik PT-76 berusia 75 tahun warisan Uni Soviet. (PN)

    You may also like...

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *