Makin ganas, drone MQ-9 Reaper AFSOC dilengkapi bom diameter kecil GBU-39B
AFSOC AIRSPACE REVIEW – Armada drone MQ-9 Reaper milik Komando Operasi Khusus Angkatan Udara AS (AFSOC), dinyatakan siap beroperasi dengan bom berdiameter kecil (SDB) GBU-39B pada bulan Juni 2026 mendatang.
Kehadiran bom ini memberikan awak drone sebuah senjata yang dapat mencapai target dari jarak 60 mil (96,5 km), sementara pesawat tetap berada di luar jangkauan sebagian besar pertahanan udara berbasis darat.
Dilaporkan, integrasi GBU-39B pada MQ-9 Reaper membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang dari kontrak hingga status siap tempur.
GBU-39B adalah bom luncur seberat 250 pon (113 kg) yang menggunakan GPS dan navigasi inersia untuk memandunya ke target setelah dilepaskan.
Setelah dijatuhkan dari drone, bom akan mengembangkan sepasang sayap kecil untuk memperpanjang jangkauan luncurnya jauh melampaui jarak bom konvensional dengan berat yang sama.
Meskipun bobotnya hanya sekitar seperdelapan dari bom konvensional seberat 2.000 pon, tetapi hulu ledaknya mampu menembus hingga 1 meter beton bertulang baja.
Kombinasi presisi dan daya tembus tersebut menjadikan keluarga GBU-39 sebagai andalan pada jet tempur dan pesawat pembom, jauh sebelum digunakan pada MQ-9 Reaper saat ini.
Bom GBU-39 sendiri mulai digunakan oleh Angkatan Udara AS pada tahun 2006 dan telah dipakai pada berbagai platform termasuk F-15E, F-16, F-22, F-35A, serta pembom B-1B, B-2, dan B-52H.
Mengenai MQ-9 Reaper, drone intai serang ini dibangun oleh General Atomics Aeronautical Systems Inc. (GA-ASI).
AFSOC sendiri selama lebih dari dua dekade telah mengoperasikannya. AFSOC mengoperasikan tiga skadron yang bermarka di Pangkalan Angkatan Udara Cannon, New Mexico, yaitu Skuadron Operasi Khusus ke-3, ke-12, dan ke-33.
Mereka mengoperasikan MQ-9 guna mendukung misi kontra terorisme bersamaan dengan tugas serangan presisi dan ISR (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance).
Drone ini dapat tetap berada di udara selama 27 jam dalam satu misi, berpatroli di atas area yang diamati, sekaligus melakukan serangan presisi. (RBS)

