Tarik wisatawan Eropa, konglomerat Pariwisata Mesir dirikan maskapai khusus armada Airbus

A321neoAirbus

AIRSPACE REVIEW – Sektor pariwisata Mesir yang terus tumbuh mendorong salah satu raksasa industri travel negara tersebut, Travco Group, untuk melebarkan sayapnya ke bisnis penerbangan.

Perusahaan konglomerat pariwisata ini secara resmi mengumumkan rencana peluncuran maskapai penerbangan swasta baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober atau November 2026.

Langkah ini diambil di tengah lonjakan signifikan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Mesir dalam beberapa waktu terakhir, meskipun kawasan Timur Tengah masih dibayangi ketegangan regional.

Fokus utama dari maskapai ini adalah mengoperasikan penerbangan charter langsung dari berbagai kota besar di Eropa menuju titik-titik hotspot pariwisata utama di pesisir Mesir.

Dengan strategi ini, Travco Group berambisi untuk mengamankan jalur transportasi para pelancong Eropa agar bisa langsung mendarat di destinasi liburan populer seperti Sharm El Sheikh, Marsa Alam, dan Marsa Matrouh.

Untuk mendukung misi tersebut, maskapai baru ini berkomitmen untuk mengoperasikan armada yang seluruhnya menggunakan pesawat pabrikan Airbus.

Setiap pesawat diproyeksikan memiliki kapasitas antara 180 hingga 220 kursi, sebuah konfigurasi yang dinilai ideal dan efisien untuk melayani penerbangan charter jarak menengah.

Chairman Travco Group, Hamed El Chiaty, mengungkapkan proyek ambisius ini menelan investasi awal sebesar USD 150 juta (sekitar Rp2,3 triliun).

Pada tahap awal operasionalnya, maskapai ini akan meluncur dengan armada perdana yang terdiri dari tiga pesawat Airbus, dengan rencana penambahan pesawat keempat dalam tahun pertama operasional.

Tidak berhenti di situ, Travco Group juga memiliki visi jangka panjang yang agresif untuk maskapai barunya.

Dalam jangka waktu lima tahun ke depan, perusahaan menargetkan ekspansi armada secara bertahap hingga mencapai 20 unit pesawat.

Rencana peluncuran ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Mesir melalui Menteri Penerbangan Sipil, Sameh El Hefny, yang saat ini tengah gencar mendorong masuknya modal swasta ke sektor penerbangan nasional.

Pemerintah setempat bahkan telah melakukan reformasi regulasi guna memangkas birokrasi, digitalisasi layanan, dan mempermudah proses perizinan bagi maskapai swasta baru.

Proses lisensi maskapai milik Travco Group ini sendiri diharapkan rampung pada Agustus 2026.

Kendati persiapan berjalan matang, pihak manajemen tetap bersikap realistis menghadapi situasi eksternal.

Hamed El Chiaty memperingatkan bahwa kondisi ketidakstabilan regional saat ini serta potensi krisis bahan bakar pesawat di Eropa dapat memicu penundaan operasional antara enam bulan hingga satu tahun jika situasi tidak kunjung membaik.

Penundaan ini dipertimbangkan agar harga tiket tetap kompetitif dan tidak membebani wisatawan dengan biaya tambahan asuransi maupun bahan bakar yang tinggi. (RF)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *