Drone misterius terobos Uusimaa, Finlandia kerahkan jet Hornet dan tutup bandara Helsinki
Reuters AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Finlandia terpaksa mengerahkan jet tempur F/A-18 Hornet menyusul peringatan darurat mengenai keberadaan drone misterius di wilayah Uusimaa.
Insiden keamanan ini juga memicu penutupan sementara seluruh operasional di Bandara Helsinki-Vantaa (HEL) pada Jumat pagi (15/5/2026).
Gangguan bermula ketika Kementerian Dalam Negeri Finlandia merilis peringatan darurat kepada publik pada pukul 03.49 waktu setempat. Dalam peringatan tersebut, warga di wilayah Uusimaa diimbau untuk tetap berada di dalam rumah.
Uusimaa merupakan wilayah paling penting di Finlandia karena di wilayah inilah terletak Helsinki, ibu kota negara Finlandia.
Kimmo Kohvakka, Direktur Jenderal Layanan Penyelamatan di Kementerian Dalam Negeri Finlandia, menegaskan bahwa pihak berwenang meyakini setidaknya ada satu drone tak dikenal menerobos masuk ke dalam wilayah udara Finlandia.
Menindaklanjuti peringatan yang dikeluarkan, perusahaan pengelola bandara, Finavia, membenarkan bahwa seluruh aktivitas lepas landas dan pendaratan di Bandara Helsinki-Vantaa sempat ditangguhkan selama kurang lebih tiga jam.
Akibatnya, sejumlah penerbangan internasional terpaksa dialihkan ke bandara alternatif di Swedia dan wilayah utara Finlandia.
Selama masa siaga tersebut, jet tempur Hornet Angkatan Udara Finlandia terlihat beroperasi dan berpatroli di sepanjang garis pantai Helsinki hingga ke wilayah selatan.
Armada Hornet diterjunkan sebagai langkah pengetatan pengawasan setelah otoritas mengidentifikasi adanya koridor ancaman potensial di antara Helsinki dan Porvoo.
F/A-18 yang dikerahkan dalam insiden ini merupakan jet tempur yang saat ini sedang dalam proses transisi untuk dipensiunkan oleh Finlandia.
Mulai tahun ini, posisinya secara bertahap akan digantikan oleh 64 unit jet tempur siluman F-35A Lightning II buatan Lockheed Martin.
Insiden ini memperpanjang daftar kekhawatiran keamanan yang terus meningkat di ruang udara kawasan Baltik dan Nordik.
Situasi ini erat kaitannya dengan dugaan operasi drone Ukraina yang menargetkan infrastruktur Rusia di dekat Teluk Finlandia.
Di waktu yang hampir bersamaan, otoritas di negara tetangga, Latvia, juga sempat mengeluarkan peringatan pembatasan ruang udara sementara pada malam hari akibat situasi keamanan regional tersebut. (RF)

