Kombinasi maut Akıncı dengan munisi pintar Al Tariq: Mampu hantam target dari jarak 120 km

Duet maut Akinci dan munisi pintar Al Tariq dari UEAIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Drone tempur strategis kelas berat asal Turkiye, Bayraktar Akıncı, bersiap ditingkatkan daya gempurnya ke level yang jauh lebih mematikan.

Platform tanpa awak buatan perusahaan Baykar ini akan segera diintegrasikan dengan keluarga munisi kendali presisi Al Tariq buatan EDGE Group dari Uni Emirat Arab (UEA).

Kesepakatan strategis kedua belah pihak secara resmi telah diumumkan oleh EDGE Group di pameran pertahanan internasional SAHA Expo 2026 di Istanbul, Turkiye beberapa hari lalu.

Langkah kolaboratif ini tidak hanya mempererat hubungan bilateral pertahanan antara Ankara dan Abu Dhabi, tetapi juga memperkuat posisi tawar Akıncı di pasar ekspor global sebagai drone dengan kemampuan stand-off strike yang disegani.

Integrasi ini akan mencakup berbagai varian dari sistem modular Al Tariq, termasuk varian Al Tariq-LR (Long Range).

Dilengkapi dengan perangkat sayap lipat (range extension kit), munisi ini mampu meluncur dan menghantam target secara presisi hingga jarak 120 km.

Kemampuan stand-off berjarak ratusan kilometer ini memberikan keuntungan taktis yang masif bagi operator Akıncı.

Drone dapat melepaskan serangan mematikan tanpa harus masuk ke dalam zona buru sistem pertahanan udara lini depan musuh.

Target-target bernilai strategis yang dapat dilumpuhkan mencakup instalasi radar dan baterai rudal pertahanan udara (SAM), pusat komando, kendali, dan komunikasi (C3), hub logistik kritis serta depot amunisi, hingga infrastruktur militer yang diperkuat (hardened targets).

Dalam skema kerja sama ini, Baykar bertindak sebagai penyedia dukungan teknis penuh untuk proses integrasi, pengujian, hingga demonstrasi kelayakan operasional munisi Al Tariq pada gantungan senjata (hardpoint) Akıncı.

Seperti diketahui, Al Tariq merupakan sistem kit modular canggih yang mampu mengubah bom udara konvensional (seperti seri Mark 81 dan Mark 82) menjadi amunisi pintar segala cuaca yang dipandu oleh GPS/INS maupun pemandu akhir (terminal seeker) berbasis laser atau pencitraan termal.

CEO Baykar, Haluk Bayraktar, menegaskan adopsi amunisi baru ini memberikan fleksibilitas operasional yang jauh lebih luas bagi para pengguna Akıncı di medan laga.

Sejalan dengan hal itu, MD & CEO EDGE Group, Hamad Al Marar, menyebut kemitraan ini sebagai bukti nyata dari tren industri pertahanan global yang bergerak ke arah integrasi solusi teknologi lintas negara.

Kemitraan antara Baykar dan EDGE Group sebenarnya bukan barang baru. Sebelumnya, kedua perusahaan telah sukses mengintegrasikan munisi glide-bomb berukuran lebih kecil, Desert Sting 16, pada drone legendaris Bayraktar TB2. (RF)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *