Perkuat ‘Pagar Baja’ Baltik, Estonia borong lagi peluncur roket Chunmoo dari Korea Selatan

K239 Chunmoo MLRSHanwha Aerospace

AIRSPACE REVIEW – Estonia kian agresif dalam mempertebal sistem pertahanan nasionalnya. Negara Baltik ini secara resmi mengumumkan penambahan pesanan sistem peluncur roket multipel (Multiple Rocket Launcher System/MLRS) K239 Chunmoo dari raksasa pertahanan Korea Selatan, Hanwha Aerospace.

Langkah strategis ini diresmikan melalui penandatanganan kontrak antarpemerintah (Government-to-Government) pada Senin (11/5/2026), melibatkan Korea Trade-Investment Promotion Agency (KOTRA) dan Pusat Investasi Pertahanan Estonia (ECDI).

Kesepakatan baru untuk tambahan tiga unit peluncur ini merupakan kelanjutan dari kontrak besar yang ditandatangani pada Desember 2025 lalu.

Kontrak awal tersebut bernilai sekitar 290 juta euro (sekitar Rp5 triliun), yang mencakup enam unit peluncur roket Chunmoo, tiga tipe rudal utama: CGR-080, CTM-MR, dan CTM-290, dan paket lengkap dukungan operasional dan pelatihan personel.

Dengan penambahan tiga unit terbaru ini, Estonia secara efektif membangun “Pagar Baja” yang lebih rapat untuk menjaga kedaulatan wilayahnya.

Menteri Pertahanan Estonia, Hanno Pevkur, menegaskan investasi besar ini adalah bentuk nyata peningkatan kapabilitas militer yang tidak main-main.

“Kontrak tambahan ini merupakan lompatan besar dalam pengembangan kemampuan tempur kami sekaligus cerminan kerja sama yang kian solid dengan mitra strategis kami di Korea Selatan,” tegas Pevkur dikutip dalam rilis Hanwha Aerospace.

K239 Chunmoo adalah “monster” artileri yang memberikan fleksibilitas tinggi di medan perang dengan teknologi presisi.

Sistem ini terpasang pada truk 8X8 yang lincah untuk strategi shoot-and-scoot (tembak dan lari). Chunmoo mampu meluncurkan roket kendali 239 mm hingga jarak 80 km dan rudal CTM-290 yang sanggup menghancurkan target strategis hingga jarak 290 km.

Kepercayaan Estonia untuk kembali “memborong” alutsista dari Hanwha Aerospace didorong oleh rekam jejak pengiriman yang cepat serta kualitas yang sudah teruji pada program K9 Self-Propelled Howitzer sebelumnya.

Jae-il Son, Presiden dan CEO Hanwha Aerospace, menyatakan pesanan tambahan ini memperkuat posisi Hanwha sebagai mitra keamanan kunci di kawasan Baltik dan Nordik.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem pertahanan Estonia dan memperluas portofolio sistem darat kami melalui kemitraan strategis ini,” ujarnya.

Dengan hadirnya tambahan unit Chunmoo ini, Estonia kini memiliki salah satu sistem artileri paling mematikan di kawasan. (RF)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *