Di Hari Kemenangan, Rusia pamerkan drone jet terbaru Geran-5
OTC Live AIRSPACE REVIEW – Dalam parade Hari Kemenangan di Moskow pada 9 Mei 2026, Rusia secara resmi memperkenalkan drone tempur bertenaga jet terbarunya, Geran-5.
Drone tersebut ditampilkan di atas peluncur katapult bersama dengan jajaran alutsista Rusia lainnya.
Meski baru dipamerkan secara publik sekarang, Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina (HUR) mencatat bahwa Rusia sebenarnya telah mulai menggunakan prototipe atau jenis drone ini dalam serangan ke Ukraina sejak Januari 2026.
Geran-5 memiliki dimensi yang signifikan, dengan panjang sekitar 6 meter dan rentang sayap 5,5 meter.
Ukuran ini membuatnya lebih menyerupai rudal jelajah kecil dibandingkan dengan drone loitering munition konvensional seperti seri Shahed yang lebih awal.
Sumber terbuka menyebut, Geran-5 menggunakan mesin jet Telefly buatan China dengan daya dorong tinggi.
Drone dilengkapi dengan sistem navigasi satelit Kometa 12-saluran dan pengontrol berbasis Raspberry Pi.
Untuk komunikasi dan penargetan menggunakan modul 3G/4G. Geran-5 dibekali hulu ledak seberat 90 kg dan jarak tempuh mencapai 1.000 km. Kecepatan terbang hingga hingga 600 km/jam.
Selain diluncurkan dari darat, Geran-5 dikabarkan sedang diadaptasi untuk dapat diluncurkan dari platform udara, seperti pesawat serang Su-25. Foto-foto yang beredar sebelumnya menunjukkan drone ini terpasang di bawah sayap pesawat tersebut.
Lebih lanjut, analis memperingatkan bahwa drone ini berpotensi dipersenjatai dengan rudal udara ke udara berpemandu inframerah R-73.
Jika hal ini terwujud, Geran-5 tidak hanya berfungsi untuk menyerang target darat, tetapi juga mampu menembak jatuh helikopter atau pesawat tempur lawan, yang akan semakin mempersulit upaya intersepsi oleh pertahanan udara Ukraina.
Munculnya Geran-5 menandai fase baru dalam teknologi drone jet dalam konflik yang sedang berlangsung, di mana kecepatan dan jangkauan menjadi faktor kunci dalam serangan jarak jauh. (RNS)

