Bersihkan gudang, Belgia akan serahkan 53 F-16 ke Ukraina hingga Tahun 2029
FA AIRSPACE REVIEW – Belgia akan menyerahkan total 53 jet tempur F-16 yang dimilikinya kepada Ukraina secara bertahap mulai tahun ini hingga tahun 2029, media Belgia, Le Vif, melaporkan.
Pengiriman seluruh F-16 yang dimiliki Angkatan Udara Belgia (Force aérienne/FA) tersebut mencakup pesawat operasional maupun unit yang diperuntukkan sebagai sumber suku cadang.
Dijadwalkan, pengiriman tujuh unit pertama F-16 akan dilaksanakan pada tahun 2026 ini. Kemudian lima unit pada 2027, 14 unit pada 2028, dan sisanya sebanyak 27 unit pada tahun 2029.
Jumlah total 53 F-16 tersebut merupakan peningkatan signifikan dari komitmen awal yang diumumkan sebelumnya, di mana Belgia secara resmi hanya menjanjikan 30 unit pesawat F-16 kepada Ukraina.
Penambahan jumlah ini mengindikasikan bahwa hampir seluruh armada F-16 milik Angkatan Udara Belgia akan dialihkan ke Kyiv.
Namun, laporan tersebut mencatat bahwa tidak semua pesawat berada dalam kondisi siap tempur. Sebagian akan dialokasikan sebagai sumber suku cadang untuk mendukung unit lainnya.
Realisasi jadwal pengiriman ini sangat bergantung pada proses modernisasi armada BAFsendiri. Belgia saat ini tengah menunggu kedatangan jet tempur generasi kelima F-35A Lightning II buatan Lockheed Martin untuk menggantikan peran F-16.
Sejauh ini, Belgia telah aktif melatih personel Ukraina, baik pilot maupun teknisi, termasuk dukungan pemeliharaan dan amunisi.
Belgia mulai menerima jet tempur F-16 Fighting Falcon pada akhir 1970-an sebagai bagian dari program pengadaan bersama NATO di Eropa.
Pesawat pertama tiba pada tahun 1979 dan mulai beroperasi secara resmi pada tahun 1980.
Belgia tidak hanya membeli pesawat tersebut, tetapi juga melokalisasi produksinya melalui perusahaan SABCA yang merakit sebagian besar unit di bawah lisensi General Dynamics. Hal ini turut memperkuat basis industri penerbangan nasional mereka.
Secara keseluruhan, Belgia memesan sekitar 160 unit F-16 dalam berbagai konfigurasi termasuk versi Block 15.
Pada tahun 1990-an, Belgia melakukan modernisasi (MLU) pada sistem avionik, persenjataan, dan kemampuan serangan darat untuk memperpanjang masa pakai armada tanpa harus membeli pesawat baru dalam jumlah besar.
Hingga saat ini, Belgia terus meningkatkan kemampuan jet tempurnya. Baru-baru ini, Angkatan Udara Belgia menguji kemampuan pencegatan drone menggunakan rudal berpemandu laser FZ275 LGR 70-mm yang lebih ekonomis.
Pengujian tersebut fokus pada kemampuan jet F-16 untuk mendeteksi, melacak, dan melumpuhkan drone berukuran sedang dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan menggunakan rudal udara-ke-udara tradisional. (RNS)

