Setelah sukses di medan perang darat Ukraina, Helsing kini menguji peluncuran drone kamikaze HX-2 dari wilayah maritim

Helsing menguji peluncuran drone kamikaze HX-2 dari wilayah maritimHelsing

AIRSPACE REVIEW – Helsing, sebuah perusahaan pertahanan asal Jerman, telah melakukan peluncuran pertama drone serang HX-2 dari kapal cepat pesisir di perairan lepas pantai Plymouth, Inggris.

Hal ini menandai lingkungan operasional baru bagi sistem tersebut. Sebelumnya HX-2 telah digunakan dalam medan perang darat Ukraina.

Uji peluncuran maritim ini guna memperluas opsi penyebaran HX-2 di luar operasi berbasis darat ke lingkungan pesisir dan pantai.

Secara tampilan desain, drone yang dijuluki “Karma” Ini memiliki konfigurasi X-wing, dan ditenagai empat motor listrik yang menggerakkan baling-baling kecil.

HX-2 dirancang untuk menyerang sistem artileri, kendaraan lapis baja, dan target militer lainnya pada jarak hingga 100 km, terbang mencapai kecepatan maksimum 220 km/jam.

Drone ini membawa amunisi antitank dan antistruktur serbaguna sebagai muatan standarnya, dengan beberapa opsi muatan tambahan juga tersedia.

Dengan berat 12 kg, drone dapat dibawa dan dikerahkan dari kapal kecil, kendaraan darat, atau prajurit infanteri tanpa infrastruktur peluncuran khusus.

Dibekali dengan sistem kecerdasan buatan (AI), HX-2 dirancang untuk mencari dan mengidentifikasi targetnya.

Drone dapat menyerang target bahkan tanpa sinyal atau koneksi data berkelanjutan. HX-2 kebal terhadap tindakan peperangan elektronik (EW) yang umum digunakan dalam perang modern.

Kemampuan tersebut mengatasi kerentanan inti yang telah mendefinisikan peperangan drone di palagan Ukraina.

Di mana sistem peperangan elektronik Rusia telah berhasil mengganggu navigasi GPS dan tautan kontrol pada sejumlah besar drone Ukraina, namun HX-2 kebal.

HX-2 mengintegrasikan Altra, platform perangkat lunak pengintaian-serangan yang dikembangkan sendiri oleh Helsing.

Altra memungkinkan pengoperasian terkoordinasi dari beberapa sistem HX-2 bersamaan dengan aset ISR (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance), sistem artileri, dan perangkat lunak manajemen medan perang.

Helsing dilaporkan telah memasok ribuan drone HX-2 ke Ukraina, dengan perkiraan antara 4.000 hingga 6.000 unit, yang diproduksi di “resilience factory”Jerman Selatan. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *