AIRSPACE REVIEW – Pesawat tanker Boeing KC-46 pertama Israel, yang diberi nama Gideon, telah menyelesaikan penerbangan perdananya di Amerika Serikat pada 4 Mei 2026.
Dijadwalkan pesawat tersebut akan diserahkan kepada Angkatan Udara Israel (IAF) dalam satu bulan ke depan.
Pesawat ini adalah yang pertama dari enam tanker KC-46 yang dibeli oleh Misi IMOD, sebagai bagian dari program peningkatan armada tanker IAF untuk menggantikan Boeing 707 model lama.
Keluarga Gideon akan dilengkapi dengan sistem buatan Israel dan diadaptasi sesuai dengan persyaratan operasional IAF.
Sistem spesifik yang akan dipasang pada pesawat tidak dijelaskan secara rinci, tetapi integrasi pertahanan Israel biasanya mencakup perangkat peperangan elektronik, sistem komunikasi, dan sistem perlindungan diri.
Pesawat tanker ini mengadopsi sistem pengisian model boom dengan teknologi Fly-by-Wire, yang dikendalikan secara digital, memungkinkannya beroperasi dengan kontrol lebih presisi.
Pesawat dilengkapi dengan Remote Vision System (RVS), di mana operator menggunakan sistem kamera 3D untuk memandu boom ke pesawat penerima.
Sistem boom ini dirancang untuk mentransfer bahan bakar secara cepat hingga 4.543 liter per menit kepada jet tempur F-15I Ra’am, F-16I Sufa, dan F-35I Adir.
Pesawat KC-46 sendiri memiliki kapasitas transfer bahan bakar maksimum sekitar 94.198 kg (207.672 lbs) dalam satu misinya.
Kehadiran Gideon memungkinkan IAF untuk memperluas jangkauan operasional jet tempur mereka dan mempertahankan superioritas udara di semua medan pertempuran termasuk melawan Iran. (RBS)

