AIRSPACE REVIEW – India telah menandatangani kontrak untuk mengakuisisi rudal udara ke udara jarak jauh hipersonik R-37M dari Rusia.
Menurut laporan South China Morning Post, kesepakatan tersebut mencakup sekitar 300 rudal dengan nilai total sekitar 1,2 miliar USD. Pengiriman diharapkan mulai dilakukan dalam kurun waktu 12 hingga 18 bulan ke depan.
Rudal-rudal ini akan melengkapi jet tempur Su-30MKI, sehingga meningkatkan kemampuan serangan jarak jauhnya.
Kesepakatan muncul di tengah laporan bahwa New Delhi kemungkinan akan membatalkan rencana pembelian 114 jet tempur Rafale dari Prancis.
Masalah tersebut dipicu oleh penolakan Paris untuk memberikan akses ke sistem elektronik utama Rafale, yang diinginkan India guna mengintegrasikan rudal Astra Mk1 hasil pengembangan dalam negeri. Rudal ini sebelumnya telah berhasil diuji coba pada Su-30MKI.
Rudal R-37M (NATO: AA-13 Arrow) adalah salah satu rudal udara ke udara paling kuat di dunia saat ini.
Rudal ini dirancang untuk menjatuhkan target bernilai tinggi seperti pesawat peringatan dini (AWACS), pesawat pengisi bahan bakar, dan pesawat pengebom strategis, rudal ini memiliki jangkauan operasional yang luar biasa, mencapai hingga 300-400 km.
Su-30MKI bisa menerima data target dari pihak ketiga, seperti dari radar atau satelit, sehingga jet ini bisa meluncurkan rudal tanpa menyalakan radarnya sendiri (mode pasif).
Tanpa adanya pancaran radar dari pesawat penyerang, sensor pesawat musuh sering kali terlambat memberikan peringatan (Warning Receiver).
Karena R-37m melaju sangat cepat, yaitu Mach 5+ (lebih dari 6.000 km/jam), maka waktu reaksi musuh menjadi sangat sempit untuk menghalau rudal Rusia ini.
Begitu rudal terdeteksi oleh radar internal pesawat musuh di fase akhir (terminal phase), maka jaraknya sudah terlalu dekat untuk melakukan manuver menghindar.
Dengan integrasi R-37M, Su-30MKI India akan memiliki kemampuan untuk menyerang target udara jauh dari zona buta, yaitu sebelum pesawat musuh dapat mendekati perbatasan atau meluncurkan senjatanya sendiri.
Hal ini memberikan keunggulan strategis yang signifikan di wilayah perbatasan yang diperebutkan.
Integrasi Su-30MKI dengan rudal R-37M merupakan bagian dari upaya besar India untuk memodernisasi armada Su-30MKI agar tetap relevan di medan perang modern.
Selain rudal baru, pesawat ini juga direncanakan akan menerima peningkatan pada sistem radar dan avionik.
R-37M awalnya dirancang untuk pesawat pencegat MiG-31BM, namun Rusia telah berhasil mengintegrasikannya ke platform lain, termasuk Su-30SM, Su-35S dan Su-57.
Keputusan India untuk terus membeli perangkat keras militer dari Rusia menunjukkan hubungan pertahanan yang tetap kuat antara kedua negara, di tengah adanya tekanan geopolitik global dan upaya India untuk mendiversifikasi sumber pasokan militernya, termasuk peningkatan produksi dalam negeri melalui inisiatif “Make in India”.
Dengan kehadiran R-37M, Su-30MKI milik Angkatan Udara India kini bertransformasi dari sekadar jet tempur multi-peran menjadi aset “pemburu” jarak jauh yang mampu mendominasi ruang udara dalam radius yang sangat luas. (AF)


Su 27/30 kita bisa gak? Atau harus diupgrade dulu?