AS setujui penjualan 21.500 roket APKWS II ke Israel, Qatar, dan UEA untuk menangkal serangan drone

F-15E membawa roket APKWS IIThe Merge

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menyetujui penjualan ribuan roket berpemandu laser Advanced Precision Kill Weapon System II (APKWS II) senilai jutaan dolar kepada Israel, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Langkah ini diambil untuk memperkuat pertahanan udara negara-negara sekutu tersebut dalam menghadapi ancaman pesawat tanpa awak (drone) dan rudal yang kian meningkat di kawasan Timur Tengah.

Total paket roket APKWS II yang disetujui mencakup sekitar 21.500 unit roket dengan rincian: Qatar akan mendapatkan permohonan 10.000 unit, Israel akan mendapatkan 10.000 unit, dan UEA akan mendapatkan sisanya dalam jumlah yang lebih sedikit.

APKWS II merupakan teknologi yang mengubah roket Hydra 70 mm (yang biasanya tidak berpemandu) menjadi amunisi berpresisi tinggi dengan menambahkan sistem pemandu laser.

Senjata ini dinilai sangat efektif karena berbiaya rendah, jauh lebih murah dibandingkan rudal besar seperti Hellfire.

Roket APKWS II mampu menghancurkan target bergerak atau diam dengan kerusakan kolateral yang minimal. Roket ini dapat diluncurkan dari berbagai platform, termasuk helikopter, jet tempur, hingga peluncur darat.

    Keputusan AS ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, menyusul serangkaian serangan drone dan rudal dari Iran serta kelompok-kelompok yang didukungnya.

    Bagi Israel, stok baru ini akan mendukung operasional angkatan udara mereka dalam menghantam tim peluncur drone tanpa harus menguras stok rudal udara-ke-permukaan yang lebih mahal.

    Sementara bagi Qatar dan UEA, roket ini menjadi lapisan pertahanan tambahan untuk melindungi infrastruktur energi yang vital dan mengamankan jalur maritim dari ancaman sabotase.

    Penjualan ini juga mempertegas pergeseran strategi pertahanan di wilayah tersebut, di mana negara-negara kini lebih fokus pada penumpukan stok amunisi daripada sekadar membeli platform senjata besar, guna memastikan mereka mampu bertahan dalam konflik yang berkepanjangan. (RW)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *