Jenderal Marinir AS: China kini setara secara militer dan siap hadapi konflik masa depan

Jenderal Marinir AS ingatkan bahwa China sudah setara ASVia X

AIRSPACE REVIEW – Wakil Komandan Korps Marinir AS (USMC) Letnan Jenderal Stephen Sklenka mengingatkan bahwa China bukan lagi sekadar ancaman “hampir setara” (near-peer), melainkan sudah menjadi pesaing setara (peer) bagi Amerika Serikat dalam segala lini.

Dalam pidatonya di acara “Modern Day Marine Expo 2026”, Sklenka menekankan bahwa AS harus berhenti meremehkan kemampuan militer Beijing.

Menurutnya, China saat ini menyaingi Amerika Serikat dalam hampir setiap ukuran pengaruh nasional, mulai dari ekonomi hingga teknologi militer canggih.

Sklenka, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Komandan Komando Indopasifik AS (INDOPACOM), memberikan gambaran suram mengenai ambisi Presiden Xi Jinping.

Ia menyebut visi Xi adalah untuk menjungkirbalikkan struktur internasional dan menggantikan AS sebagai pemimpin global.

“Jangan dengarkan omong kosong tentang mereka sebagai near-peer. Mereka adalah peer karena mereka menyaingi kita dalam hampir setiap ukuran,” tegas Sklenka, seperti dilaporkan The War Zone.

Peringatan tersebut setidaknya didukung oleh fakta-fakta pertumbuhan industri China yang masif. Ia mencontohkan bahwa kapasitas galangan kapal China kini mencapai 230 kali lipat kapasitas Amerika Serikat.

China juga memiliki timbunan nuklir dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Selain itu, lanjutnya, Beijing secara agresif mengembangkan perang cerdas (intelligentized warfare) menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan kawanan drone (drone swarms).

Sklenka merujuk pada operasi militer terbaru di Timur Tengah, di mana Operasi Epic Fury melawan Iran sebagai sebuah pelajaran berharga.

Jika kekuatan kelas menengah seperti Iran saja mampu memberikan kerugian signifikan melalui serangan drone dan rudal balistik terhadap pangkalan AS, maka konflik dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia seperti China akan jauh lebih menghancurkan.

Disampaikan juga bahwa ekonomi China, basis industrinya, dan lintasan modernisasi militernya berada pada level yang jauh melampaui Iran.

“Xi Jinping saat ini berada dalam posisi siap perang (wartime footing),” tandas sang jenderal.

Salah satu poin paling krusial dalam peringatan Sklenka adalah kerentanan instalasi militer AS, baik yang berada di luar negeri maupun di dalam wilayah Amerika Serikat sendiri (CONUS).

Ia memprediksi bahwa serangan pertama dalam konflik masa depan mungkin tidak akan dimulai dengan rudal di Laut China Selatan, melainkan melalui serangan siber yang menargetkan jaringan listrik di pangkalan militer.

China juga dirpediksi akan menggunakan kampanye disinformasi yang menargetkan keluarga militer untuk menciptakan kekacauan.

Selebihnya, China akan melakukan serangan kawanan drone buatan lokal yang diluncurkan dari dekat pangkalan di dalam negeri.

Sklenka mendesak militer AS untuk segera “mengeraskan” (hardening) infrastruktur pangkalan militer.

Ia berargumen bahwa pangkalan militer tidak boleh lagi dianggap sebagai tempat administratif yang aman, melainkan harus diperlakukan sebagai platform tempur yang aktif.

“Kita tidak hanya akan bertempur dari pangkalan kita; dalam banyak kasus, kita akan bertempur untuk mempertahankan pangkalan tersebut,” pungkasnya. (RW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *