AIRSPACE REVIEW – Kapal perusak berpemandu rudal tercanggih milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy), USS Zumwalt (DDG-1000), mengalami insiden kebakaran saat sedang berada di pangkalannya pada 19 April lalu, namun baru diumumkan pada 22 April.
Kapal yang dikenal dengan desain futuristik dan berteknologi siluman ini memiliki nilai aset mencapai 4,5 miliar dolar AS (sekitar Rp72 triliun).
Kebakaran dilaporkan berasal dari salah satu ruang mesin kapal. Kru kapal segera merespons dengan mengaktifkan prosedur pemadaman darurat.
Bantuan dari pemadam kebakaran pangkalan juga dikerahkan untuk memastikan api tidak merambat ke bagian vital lainnya, terutama area penyimpanan amunisi dan sistem elektronik sensitif.
Tiga personel dilaporkan mengalami cedera akibat insiden tersebut. Seluruh kru yang bertugas berhasil dievakuasi atau berada dalam posisi aman saat pemadaman berlangsung.
Kerusakan dilaporkan terbatas pada komponen di ruang mesin. Namun, mengingat kompleksitas teknologi kelas Zumwalt, pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan tidak ada kerusakan pada sistem transmisi daya terintegrasi yang menjadi jantung operasional kapal.
Insiden ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi oleh program kapal perusak kelas Zumwalt.
Sejak diluncurkan, kapal ini sering menghadapi masalah teknis, mulai dari kegagalan sistem penggerak hingga pembatalan sistem persenjataan utama (Advanced Gun System) karena biaya amunisi yang terlalu tinggi.
Angkatan Laut AS masih melakukan investigasi mendalam untuk menentukan penyebab pasti kebakaran, apakah disebabkan oleh kegagalan teknis seperti korsleting listrik atau faktor pemeliharaan.
USS Zumwalt adalah kapal utama dari kelasnya, dirancang untuk serangan darat dan pertempuran laut dengan profil radar yang sangat kecil.
Kapal ini dilengkapi dengan sistem otomasi tinggi yang memungkinkan jumlah kru jauh lebih sedikit dibandingkan kapal perusak kelas Arleigh Burke.
Hingga saat ini Angkatan Laut AS belum menyampaikan rilis terbaru mengenai insiden ini. (PN)

