Vietnam pertimbangkan jet tempur Rafale atau Su-57 untuk pembaruan armada tempur udaranya

Rafale dan Su-57Istimewa

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Vietnam tengah mempercepat rencana modernisasi angkatan udaranya dengan mengganti armada jet tempur peninggalan era Soviet dan Rusia yang sudah menua.

Pesawat-pesawat yang menjadi target utama untuk dipensiunkan adalah jet tempur serang Su-22 dan jet tempur superioritas udara Su-27.

Hanoi saat ini sedang mempertimbangkan jet tempur baru generasi keempat plus Dassault Rafale dari Prancis atau jet tempur generasi kelima Su-57 dari Rusia.

Diskusi antara Hanoi dan Paris dikabarkan telah mencapai tahap lanjut. Beberapa laporan media menyebutkan bahwa pilot Vietnam telah diberikan kesempatan langka untuk menguji terbang jet Rafale.

Media menyoroti langkah Hanoi yang tampaknya mulai membuka peluang bagi jet tempur Prancis, yang lebih terbebas dari sanksi Amerika Serikat.

Namun demikian, transisi dari platform Soviet/Rusia ke Barat seperti Rafale atau F-16 dari Amerika Serikat bukan tanpa hambatan.

Para ahli militer mencatat bahwa Vietnam perlu membangun ulang infrastruktur pangkalan udara mereka secara menyeluruh.

Selain itu, mereka harus menyediakan stok persenjataan baru yang kompatibel, mengingat rudal Rusia yang ada saat ini tidak dapat digunakan pada jet tempur buatan Barat.

Peluang Su-57 Menguat

Meskipun sedang melirik Barat, Vietnam tidak sepenuhnya menutup pintu bagi Rusia.

Laporan internal menunjukkan adanya minat berkelanjutan terhadap jet tempur siluman generasi kelima, Sukhoi Su-57, yang diproyeksikan akan diakuisisi pada awal 2030-an.

Su-57 dianggap sebagai pilihan logis untuk menggantikan Su-27 karena memiliki biaya pemeliharaan yang diklaim lebih efisien dibandingkan jet generasi keempat yang lebih tua.

Kemampuan jarak tempuh Su-57 yang jauh juga dinilai sangat strategis bagi Vietnam untuk melakukan patroli di wilayah perairan yang disengketakan di Laut China Selatan.

Kekuatan Udara Vietnam Saat ini

Berdasarkan data militer terbaru per April 2026, jumlah pesawat tempur aktif yang dimiliki Angkatan Udara Vietnam (Vietnam People’s Air Force – VPAF) berkisar 61 hingga 75 unit pesawat.

VPAF mengoperasikan sekitar 35 unit Su-30MK2 yang merupakan tulang punggung pertahanan udara Vietnam saat ini, sekaligus yang paling modern di dalam inventaris mereka.

Kemudian sekitar 6-11 unit Su-27 (SK/UBK/PU), yang merupakan jet tempur superioritas udara yang mulai menua.

Lalu sekitar 20-30 Su-22 (M3/M4/UM3) dalam status operasional. Pesawat serang darat era Soviet ini adalah target utama modernisasi karena usianya yang sudah sangat tua dan risiko kecelakaan yang meningkat.

Selain pesawat tempur murni di atas, Vietnam juga mengoperasikan pesawat latih tempur yang memiliki kemampuan serang ringan.

Pesawat dimaksud adalah sekitar 11-12 jet latih Yak-130 yang juga dapat dipersenjatai untuk misi serangan darat.

Kemudian sekitar 25-30 pesawat jet L-39 Albatros & L-39NG buatan Ceko untuk pelatihan dasar hingga lanjut. (AF)

One Reply to “Vietnam pertimbangkan jet tempur Rafale atau Su-57 untuk pembaruan armada tempur udaranya”

  1. SU57 adalah pilihan smart, gen.5, herder, murce, anti embargo, gak perlu ijin nembak, all rudal long range, bersama KS kilo & brahmos langsung jadi negara terkuat di asteng😁🚀🚀🚀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *