AIRSPACE REVIEW – Raksasa kedirgantaraan Northrop Grumman merilis cuplikan video dan reka citra (render) terbaru yang memperlihatkan detail desain dari proposal mereka untuk program F/A-XX.
Pesawat ini merupakan jet tempur siluman generasi keenam yang dipersiapkan untuk menjadi tulang punggung kekuatan udara Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) di masa depan.
Dalam video promosi tersebut, Northrop Grumman memamerkan konsep pesawat tempur berbasis kapal induk yang memiliki desain radikal.
Pengamat penerbangan mencatat bahwa desain tersebut memiliki kemiripan yang mencolok dengan pesawat eksperimental legendaris mereka, YF-23, namun dengan sentuhan teknologi abad ke-21.
Mengacu pada video dan informasi yang dirilis perusahaan, pesawat menampilkan garis bodi yang sangat mulus dan menyatu (chine-blended fuselage) untuk meminimalisir jejak radar.
Selain itu, desainnya cenderung ke arah tailless (tanpa ekor tradisional) atau semi-tailless guna mengoptimalkan kemampuan siluman dari berbagai sudut.
Salah satu fitur unik adalah air intake (saluran masuk udara) yang diposisikan di bagian atas badan pesawat.
Desain ini bertujuan untuk mengurangi emisi panas dan deteksi sensor dari arah bawah, sangat krusial dalam menghadapi pertahanan udara lawan.
F/A-XX dirancang untuk memiliki jangkauan operasional yang jauh lebih besar, estimasi hingga 25% lebih jauh dibandingkan F/A-18 Super Hornet saat ini, guna mengatasi ancaman rudal jarak jauh di wilayah Pasifik.
Pesawat ini tidak akan beroperasi sendirian. F/A-XX diposisikan sebagai “pusat komando” di udara yang mampu mengendalikan segerombolan drone tempur (loyal wingman) dalam misi-misi berbahaya, atau dikenal dengan istilah Manned-Unmanned Teaming (MUM-T).
Program F/A-XX adalah untuk menggantikan armada F/A-18E/F Super Hornet dan EA-18G Growler mulai tahun 2030-an. Northrop Grumman saat ini bersaing ketat dengan Boeing untuk memperebutkan kontrak bernilai miliaran dolar ini.
Meskipun program ini sempat menghadapi ketidakpastian anggaran di Kongres, rilisnya video terbaru dari Northrop Grumman ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memenangkan persaingan dalam menciptakan jet tempur paling canggih di dunia.
Pesawat ini diharapkan tidak hanya unggul dalam pertempuran udara ke udara, tetapi juga memiliki kecepatan tinggi, sensor pasif dan aktif yang canggih, serta kemampuan perang elektronik yang mumpuni untuk beroperasi di lingkungan yang sangat terproteksi (A2/AD). (RW)

