AIRSPACE REVIEW – Departemen Pertahanan Australia (DoD) pada 18 April 2026 menyatakan bahwa Mitsubishi Heavy Industries (MHI) Jepang telah dipilih untuk membangun tiga fregat baru yang didasarkan pada Mogami Upgrade (06FFM).
MHI berhasil menyingkirkan pesaingnya Thyssenkrupp Marine Systems dari Jerman, dipilih berdasarkan keseimbangan biaya, kemampuan, dan jadwal pengiriman.
Ketiga kapal baru akan menggantikan secara bertahap fregat kelas Anzac, dengan total nilai program diperkirakan menelan biaya 15 dan 20 miliar dolar Australia. Kapal pertama akan diserahkan pada 2029.
Kapal fregat kelas Mogami Upgrade memiliki desain yang berfokus pada pengurangan kemampuan deteksi dan fleksibilitas multi misi.
Dengan bobot sekitar 5.500 ton pada muatan penuh dan panjang sekitar 133 m ini memiliki tingkat otomatisasi yang tinggi, memungkinkan pengoperasian dengan awak sekitar 90 personel saja.
Persenjataan pada kapal menggabungkan sistem ofensif dan defensif yang sesuai untuk berbagai misi.
Kapal dibekali dengan sistem peluncuran vertikal (VLS) Mk 41 dengan 32 sel. Sebagai senjata permukaan antikapal tersedia rudal Type 17.
Untuk sistem pertahanan udara kapal mengusung rudal permukaan ke udara Type 03, lalu roket antikapal selam Type 07, serta dilengkapi dengan peluncur torpedo ringan Type 12.
Di bagian depan kapal, tersedia meriam laut 127 mm Mk 45 Mod 4 yang mampu menembakkan amunisi berpemandu jarak jauh.
Sedangkan pertahanan jarak dekat disediakan oleh sistem SeaRAM yang mampu mencegat ancaman yang datang pada fase akhir.
Rangkaian sensor pada kapal berpusat pada radar Active Electronically Scanned Array (AESA) OPY-2, yang beroperasi di pita X dan mampu melacak berbagai target udara, permukaan, dan rudal secara bersamaan.
Sedangkan kemampuan peperangan antikapal selam bergantung pada sistem sonar OQQ-25 yang memungkinkan deteksi pada jarak lebih jauh, serta sonar OQQ-11 untuk deteksi ranjau di lingkungan pesisir.
Sistem-sistem tersebut diintegrasikan melalui sistem manajemen tempur OYQ-1, sementara rangkaian peperangan elektronik NOLQ-3E menyediakan fungsi deteksi sinyal, analisis, dan penanggulangan.
Sistem propulsi kapal didasarkan pada konfigurasi Gabungan Diesel dan Gas (CODAG), yang menggabungkan satu turbin gas Rolls-Royce MT30 yang menghasilkan sekitar 36 MW dan dua mesin diesel MAN.
Konfigurasi ini memungkinkan kecepatan melebihi 30 knot, jangkauan operasional kapal sekitar 10.000 mil laut.
Selanjutnya, di bagian dek belakang, dapat menampung satu helikopter Sikorsky SH-60, memperluas jangkauan pengawasan dan penyerangan kapal, khususnya dalam peran peperangan antikapal selam.
Perjanjian dengan Australia ini merupakan kontrak ekspor pertahanan terbesar dalam sejarah Jepang. Secara historis, sebelumnya Jepang dibatasi oleh peraturan yang ketat untuk ekspor persenjataan.
Namun Tokyo secara bertahap melonggarkan kerangka kerjanya sejak 2014, memungkinkan transfer peralatan pertahanan ke mitra terpilih. (RBS)

