AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Australia secara resmi mengumumkan keputusan untuk memensiunkan seluruh armada pesawat angkut taktis C-27J Spartan Angkatan Udara Australia (RAAF).
Keputusan ini menandai perubahan signifikan dalam strategi angkutan udara militer negara tersebut, yang kini akan lebih mengandalkan pesawat jenis komersial untuk misi regional.
Langkah ini merupakan bagian dari Strategi Pertahanan Nasional 2026 yang baru saja dirilis.
Dana sebesar 5 miliar dolar Australia akan dialihkan dari program-program saat ini untuk membangun kapabilitas pertahanan baru yang lebih mendesak.
Meskipun baru beroperasi penuh selama sekitar satu dekade (pengiriman dimulai pada 2015), C-27J Spartan menghadapi berbagai tantangan operasional di Australia.
Menteri Industri Pertahanan Australia, Pat Conroy, menyatakan bahwa biaya pengoperasian Spartan sangat mahal dibandingkan dengan manfaat yang diberikan saat ini.
Laporan menyebutkan armada ini memiliki tingkat ketersediaan yang rendah akibat masalah pada rantai pasokan dan pemeliharaan (sustainment).
Awalnya dibeli sebagai pesawat angkut medan tempur (battlefield airlifter), peran Spartan diubah pada tahun 2021 menjadi pesawat bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (HADR) karena keterbatasan teknis untuk beroperasi di zona konflik yang intens.
Sebagai pengganti, Australia akan menerapkan Program Penerbangan Pasifik (Pacific Aviation Program).
Alih-alih membeli pesawat militer taktis sejenis, Australia akan menggunakan armada pesawat sipil/komersial untuk mendukung transportasi personel dan logistik di seluruh wilayah Pasifik.
Pesawat komersial dinilai lebih efisien secara biaya dan lebih mudah dioperasikan dari infrastruktur sipil yang ada di negara-negara tetangga Pasifik.
Sementara itu, untuk misi-misi yang membutuhkan spesifikasi militer berat seperti penerjunan kargo atau operasi di landasan pacu yang buruk, RAAF akan mengandalkan armada C-130J Super Hercules buatan Lockheed Martin.
Australia saat ini tengah menambah jumlah pesanan C-130J dari 12 menjadi 20 unit untuk menutup celah kapabilitas yang ditinggalkan oleh Spartan.
Sepuluh unit C-27J Spartan yang saat ini dioperasikan oleh Skadron No. 35 di Pangkalan RAAF Amberley akan ditarik secara bertahap.
Tanggal pasti penghentian total operasional belum diumumkan, namun proses transisi ke platform komersial diharapkan segera dimulai sesuai dengan visi pertahanan jarak jauh Australia yang baru. (RNS)

