Loncatan produksi alutsista Rusia: Produksi tank meningkat 2,2 kali lipat

T-90MSAlexey Kitaev

AIRSPACE REVIEW – Industri pertahanan Rusia dilaporkan mengalami lonjakan drastis di tengah berlanjutnya operasi militer di Ukraina.

Berdasarkan data terbaru yang dikonfirmasi oleh pejabat tinggi dan diperkuat oleh pernyataan Presiden Vladimir Putin, produksi sektor-sektor kunci persenjataan telah meningkat berkali-kali lipat untuk memenuhi kebutuhan medan tempur.

Anggota Duma Negara (Parlemen Rusia), Vladimir Gutenev, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Industri dan Perdagangan, menyoroti efektivitas mobilisasi ekonomi industri Rusia.

Salah satu pencapaian yang paling menonjol adalah peningkatan produksi tank, yang tercatat naik sebesar 2,2 kali lipat dibandingkan periode sebelum konflik.

Peningkatan ini merupakan bagian dari strategi “ekonomi perang” yang diterapkan Kremlin untuk memastikan keunggulan material di garis depan.

Tidak hanya tank, laporan pemerintah Rusia merinci lonjakan masif pada berbagai kategori alutsista lainnya sejak awal tahun 2022.

Dikatakan bahwa produksi senapan serbu dan amunisi meningkat drastis hingga 22 kali lipat. Peralatan perang elektronik (EW) meningkat 12,5 kali lipat.

Kemudian produksi roket artileri meningkat 9,6 kali lipat, kendaraan lapis baja (BMP & APC) meningkat 3,7 kali lipat, dan pesawat militer meningkat 4,6 kali lipat.

Meskipun angka produksi menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, Gutenev juga memberikan catatan kritis mengenai sistem pembiayaan.

Ia menekankan perlunya perubahan dalam struktur pendanaan industri pertahanan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang.

“Penting untuk mengubah sistem pembiayaan industri pertahanan dan menyediakan pendanaan jangka panjang guna menjaga momentum ini,” ujarnya dalam sebuah diskusi mengenai integrasi kapasitas militer dan sipil.

Di sisi lain, pengamat internasional mulai melihat adanya tanda-tanda “kejenuhan” atau perlambatan pada akhir 2025 dan awal 2026 akibat tekanan sanksi Barat, keterbatasan tenaga kerja terampil, dan biaya produksi yang kian membengkak.

Transformasi Rusia menjadi ekonomi berbasis militer telah memungkinkan Moskow untuk memproduksi sekitar 1.500 tank per tahun dan ratusan ribu unit amunisi setiap bulannya.

Bagi Rusia, angka 2,2 kali lipat pada produksi tank bukan sekadar statistik, melainkan simbol ketahanan industri mereka dalam menghadapi tekanan geopolitik global. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *