AIRSPACE REVIEW – Pemerintah India secara resmi mengumumkan pembangunan depot pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan (MRO) tingkat lanjut untuk mesin jet tempur ringan (LCA) Tejas.
Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kesiapan operasional Angkatan Udara India (IAF) sekaligus mengurangi ketergantungan pada fasilitas luar negeri.
Fasilitas baru yang akan berlokasi di Bengaluru ini dirancang khusus untuk menangani mesin F404-GE-IN20 buatan General Electric (GE) yang menjadi jantung penggerak jet tempur Tejas Mk-1.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan dirgantara plat merah Hindustan Aeronautics Limited (HAL) dengan pihak militer.
Menteri Pertahanan India menyatakan, keberadaan depot ini akan memangkas waktu tunggu perawatan mesin secara signifikan.
Sebelumnya, beberapa komponen mesin harus dikirim kembali ke produsen di Amerika Serikat untuk perbaikan besar, yang memakan waktu dan biaya logistik yang tinggi.
“Dengan adanya fasilitas MRO domestik ini, kami dapat memastikan armada Tejas tetap berada di udara lebih lama dan siap dikerahkan kapan saja. Ini adalah tonggak sejarah dalam misi ‘Atmanirbhar Bharat’ (India Mandiri) di sektor pertahanan,” tulis Kementerian Pertahanan India dalam rilisnya.
Pembangunan depot ini menjadi sangat krusial mengingat IAF telah memesan 83 unit Tejas Mk-1A tambahan dalam kontrak senilai miliaran dolar.
Seiring dengan bertambahnya jumlah pesawat yang beroperasi, kebutuhan akan perawatan mesin yang cepat dan efisien menjadi prioritas utama.
Fasilitas di Bengaluru tersebut nantinya tidak hanya melayani perbaikan rutin, tetapi juga mampu melakukan pengujian mesin secara penuh (test bed) untuk memastikan performa maksimal sebelum dipasang kembali ke pesawat.
Selain infrastruktur fisik, proyek ini juga mencakup transfer teknologi dan pelatihan bagi teknisi lokal India.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas industri kedirgantaraan domestik India dalam menangani teknologi mesin jet turbofan yang kompleks. (RNS)

