Rusia mulai menguji sistem pertahanan udara jarak dekat Krona untuk menangkal drone bersenjata

KronaKalashnikov Concern

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Kalashnikov Concern, mengumumkan dimulainya uji coba awal untuk sistem pertahanan udara jarak pendek Krona. Sistem ini dirancang khusus untuk melawan ancaman drone di ketinggian rendah.

Disebutkan bahwa uji coba pendahuluan tersebut dilakukan dalam kondisi yang mendekati lingkungan operasional tempur sesungguhnya.

Sebuah pendekatan yang bertujuan untuk mengungkap kekurangan teknis atau prosedural sebelum fase kualifikasi dan penyempurnaan selanjutnya.

Sistem ini mengintegrasikan aset pengawasan, arsitektur komando dan kontrol, serta unit penembakan bergerak atau stasioner ke dalam jaringan SHORAD (Short-Term Remote Defense).

Krona dibekali dengan muatan rudal campuran berupa pencegat Sosna-R (6 unit) yang menggunakan teknologi beam-riding dan rudal berpemandu optik 9M333 (4 unit).

Kombinasi tersebut memberikan fleksibilitas keterlibatan terhadap target udara dengan jejak rendah, dalam jarak 1 hingga 6 km dan ketinggian 30 m hingga 3.500 m.

Sistem senjatanya dapat diaktifkan dalam waktu kurang dari 10 menit, dengan cakupan azimut 360 derajat dan sudut elevasi dari minus 5 hingga 82 derajat.

Komposisi tingkat baterai Krona mencakup hingga enam kendaraan tempur atau modul tempur, dukungan radar pita ganda, dan pos komando dan kendali khusus.

Kehadiran sistem Krona ini dimaksudkan untuk melindungi fasilitas penting pemerintahan, infrastruktur perkotaan, area penyimpanan kargo khusus, dan struktur di sepanjang jalur komunikasi strategis, dari ancaman drone bersenjata musuh.

Hal ini menempatkan Krona dalam lapisan pertahanan bagian dalam dari jaringan pertahanan udara yang lebih luas, melindungi lokasi-lokasi sensitif terhadap serangan berulang drone yang terbang di ketinggian rendah. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *