AIRSPACE REVIEW – Australia mencatatkan tonggak sejarah dalam kemandirian pertahanan nasional dengan keberhasilan uji coba peluncuran rudal pertama buatan dalam negeri.
Rudal jenis Guided Multiple Launch Rocket System (GMLRS) tersebut sukses ditembakkan di Woomera Test Range, South Australia, pada Senin (13/4).
Uji coba ini menandai langkah besar pemerintahan Perdana Menteri Anthony Albanese dalam memperkuat industri pertahanan kedaulatan dan memperluas kemampuan serangan jarak jauh Angkatan Darat Australia.
Rudal GMLRS merupakan senjata darat ke darat yang memiliki presisi tinggi untuk menghantam target di luar jangkauan artileri tradisional.
Rudal tersebut diluncurkan menggunakan sistem High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS), yang telah diakuisisi Australia.
Dengan pencapaian ini, Australia kini menjadi satu-satunya negara di luar Amerika Serikat yang memproduksi rudal GMLRS secara lokal.
Menteri Industri Pertahanan Australia, Pat Conroy, menyatakan keberhasilan ini adalah bukti nyata dari kemajuan ketahanan nasional.
“Membuat rudal di Australia adalah inti dari ketahanan pertahanan nasional kita. Australia kini menjadi satu-satunya negara di luar Amerika Serikat yang membuat rudal GMLRS, memberikan peluang bagi industri Australia untuk masuk ke dalam rantai pasokan global,” ujar Conroy dalam pernyataan resminya.
Ia menambahkan, uji coba ini merupakan batu loncatan bagi Australia untuk memproduksi amunisi jarak jauh lainnya di masa depan, termasuk rudal presisi (Precision Strike Missile) dan senjata hipersonik.
Pemerintah Australia telah berkomitmen mengucurkan dana sebesar 320 juta dolar untuk meningkatkan kemampuan perusahaan lokal agar dapat memasok komponen rudal tersebut.
Program ini diharapkan dapat menciptakan rantai pasok yang mandiri dan mengurangi ketergantungan pada penyedia luar negeri.
Sejak pengiriman sistem HIMARS pada Maret 2025, ini merupakan latihan tembakan langsung ketiga yang dilakukan.
Hal ini menunjukkan percepatan pelatihan dan sistem pengiriman yang efektif guna mencapai kapabilitas operasional penuh bagi militer Australia.
Uji coba ini menyusul pembukaan fasilitas produksi baru di Port Wakefield pada Desember 2025 lalu, yang didedikasikan untuk memperkuat kemampuan senjata berpemandu di Australia. (RNS)

