AIRSPACE REVIEW – Jet tempur F-16 Block 70 Angkatan Udara Kerajaan Bahrain (RBAF) mencatatkan kemenangan udara pertamanya dalam pertempuran nyata.
Pesawat tempur canggih buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat tersebut berhasil menjatuhkan dua drone serang jarak jauh jenis Shahed milik Iran dalam sebuah insiden pencegatan di udara.
Menurut laporan dari Aviation Week, aksi tersebut terjadi pada tanggal 1 April 2026. Jet tempur F-16 Viper Bahrain berhasil menghancurkan drone-drone yang sempat lolos dari sistem pertahanan udara berbasis darat.
Dalam operasi ini, pilot Bahrain menggunakan kombinasi rudal udara ke udara berpemandu canggih, yakni AIM-9X Sidewinder dan AIM-120C-7 AMRAAM.
Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah bagi kekuatan udara Bahrain, mengingat negara ini baru menerima unit F-16 Block 70 pertamanya dua tahun yang lalu, pada Maret 2024.
Sejak pecahnya konflik dengan Iran pada 28 Februari lalu, sistem pertahanan udara Bahrain tercatat telah mencegat total 515 drone dan 194 rudal yang diarahkan ke wilayah kedaulatan mereka.
Meskipun penggunaan rudal seperti AIM-9X dan AIM-120C-7 dianggap sangat mahal untuk menjatuhkan drone “murah” seperti Shahed, analisis dari RUSI (Royal United Services Institute) menunjukkan bahwa penggunaan stok rudal oleh koalisi regional (Bahrain, Qatar, dan UEA) masih dalam batas aman.
Disebutkan bahwa hingga saat ini, Bahrain baru menggunakan sebagian kecil dari total persediaan rudal mereka.
Pembelian jet tempur F-16 Block 70 ini merupakan bagian dari kesepakatan besar Bahrain dengan AS yang disetujui pada tahun 2017 senilai 3,8 miliar USD untuk pengadaan 19 pesawat baru, ditambah program modernisasi pesawat F-16 lama senilai 1 miliar USD.
Keberhasilan intersepsi drone oleh Bahrain mempertegas posisi Bahrain sebagai benteng pertahanan kunci di kawasan Teluk Persia.
Dengan mengoperasikan varian F-16 paling mutakhir, Bahrain kini memiliki kemampuan radar AESA (Active Electronically Scanned Array) yang mampu mendeteksi target kecil dengan penampang radar rendah, seperti drone kamikaze dari jarak yang lebih jauh.
Hal ini memberikan keunggulan taktis bagi koalisi regional dalam memetakan arah serangan udara Iran sebelum mencapai area pemukiman padat atau infrastruktur minyak yang vital.
Bahrain memesan total 16 unit F-16 Block 70 baru melalui kontrak yang difinalisasi pada tahun 2018. Pesanan ini terdiri dari 10 unit varian kursi tunggal (F-16C) dan 6 unit varian kursi ganda (F-16D).
Bahrain dilaporkan telah menerima seluruh 16 unit pesanan baru tersebut. (RNS)


Drone seharga 20 rb dollar ditembak rudal seharga 1-2 juta dollar… Cerdas.. 🤣
Seperti Analisis Pak “Sharky”, pangkalan AS di Teluk bukanlah subjek untuk melindungi negara2 teluk tapi justru jd objek yg harus dilindungi oleh negara2 yg ditempatinya 😅