AIRSPACE REVIEW – Brasil telah meluncurkan program rudal balistik taktis baru S+100 untuk meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh dari sistem peluncur roket multi laras (MLRS) Astros II.
Proyek ini dikembangkan di bawah kepemimpinan Komando Logistik Angkatan Darat dan Departemen Sains & Teknologi dalam kemitraan dengan pabrik senjata Avibras.
Sistem Astros II tetap menjadi elemen sentral proyek ini, sebagai sistem peluncur yang mampu menembakkan roket dan rudal, mulai dari jangkauan 30 km hingga 300 km.
Desainnya menggabungkan modul peluncur universal yang kompatibel dengan berbagai kaliber antara 127 mm dan 450 mm, memungkinkan integrasi amunisi baru tanpa mendesain ulang kendaraan peluncur.
Sementara, program rudal balistik taktis S+100 berfokus pada lintasan dan kecepatan lebih tinggi, berbeda dibandingkan dengan rudal jelajah MTC-300 berkecepatan subsonik yang juga tengah dikembangkan untuk mempersenjatai Astros ll.
S+100 yang tergolong sebagai SRBM (Short-Range Ballistic Missile) ini, dibangun berdasarkan pekerjaan sebelumnya yakni program S-80, roket artileri berdiameter 300 mm dengan jangkauan 90 km.
Seperti halnya MTC-300, rudal balistik S+100 dibekali dengan sistem pemandu gabungan GPS dan INS, yang memiliki tingkat kesalahan melingkar (CEP) kurang dari 30 m.
Astros ll tergolong sebagai sistem MLRS yang sukses di pasaran. Selain Brasil, juga dioperasikan oleh Angola, Arab Saudi, Indonesia, Irak, Malaysia, dan Qatar. (RBS)


Kelamaan bikinnya, keburu disalip khan๐๐