Cegah perang regional meluas, Putin siap turun tangan untuk stabilkan krisis di Timur Tengah

Presiden PutinTASS

AIRSPACE REVIEW – Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi menyatakan kesiapan Rusia untuk melakukan segala upaya guna menstabilkan situasi yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.

Langkah diplomasi ini diambil menyusul eskalasi besar-besaran yang dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.

Dalam pertemuan strategis di Kremlin bersama Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, pada hari Jumat, Putin menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mengembalikan situasi ke kondisi normal.

“Kita semua berharap konflik yang sedang berlangsung ini segera diselesaikan. Seperti yang Anda ketahui, Presiden Trump juga membahas masalah ini kemarin,” kata Putin dalam pertemuan di Kremlin, dikutip dari siaran pers Rusia.

Rusia berupaya memosisikan diri sebagai pihak yang netral dan mampu berbicara dengan semua kubu yang terlibat konflik guna mencegah perang regional yang lebih luas.

“Izinkan saya menegaskan kembali bahwa kami siap melakukan segala upaya untuk membantu menstabilkan situasi dan, seperti yang mereka katakan dalam kasus seperti ini, mengembalikannya ke keadaan normal,” lanjutnya, seperti diberitakan Aljazeera.

Selain pertemuan tatap muka, Putin juga gencar melakukan diplomasi telepon dengan pemimpin regional seperti Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Para pemimpin ini dilaporkan memiliki kesamaan pandangan mengenai urgensi gencatan senjata segera demi menghindari krisis kemanusiaan dan ekonomi yang lebih dalam.

Upaya Rusia ini juga menjadi sorotan dunia karena muncul di tengah komunikasi yang terjalin dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump terkait penyelesaian konflik global.

Manuver Moskow diyakini tidak hanya bertujuan untuk perdamaian, tetapi juga untuk mengamankan pasar energi dunia yang terguncang akibat penutupan Selat Hormuz.

Dunia kini menanti apakah pengaruh Rusia mampu mendinginkan ketegangan di Teheran dan Tel Aviv, mengingat hubungan unik yang dimiliki Kremlin dengan kedua pihak tersebut.

Sementara itu di hari yang sama, Presiden Putin dan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan melakukan perbincangan melalui sambungan telepon.

Diberitakan AFP, Putin dan Erdogan sepakat untuk mendesak gencatan senjata segera di Timur Tengah.

Kedua pemimpin juga menyebut pentingnya perjanjian perdamaian. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *