AIRSPACE REVIEW – Usai pertemuan dengan para eksekutif industri pertahanan di Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa perusahaan-perusahaan pertahanan besar Amerika telah setuju untuk meningkatkan produksi senjata canggih secara signifikan.
Pengumuman itu berselang satu minggu pascaserangan AS dan Israel ke Iran, di tengah kekhawaritan tentang persediaan senjata AS untuk berperang dalam waktu lama.
Trump menyatakan pertemuan tersebut berfokus pada kapasitas produksi dan jadwal produksi.
“Mereka setuju untuk melipatgandakan produksi senjata ‘Kelas Istimewa’ karena kami ingin mencapai tingkat produksi tertinggi secepat mungkin,” ungkap Trump melalui akun media sosialnya.
Trump juga menyatakan bahwa persiapan untuk meningkatkan produksi telah dimulai sebelum pertemuan tersebut.
“Ekspansi tersebut dimulai tiga bulan sebelum pertemuan, dan produksi banyak senjata ini sudah berlangsung di fasilitas mereka.”
Perusahaan-perusahaan yang hadir dalam pertemuan tersebut termasuk BAE Systems, Boeing, Honeywell Aerospace, unit Missile Solutions dari L3Harris Technologies, Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan RTX Corporation.
Trump tidak menyebutkan sistem mana yang ia maksud dengan frasa “Persenjataan Kelas Istimewa” dalam unggahannya.
Lockheed Martin mengonfirmasi bahwa mereka telah setuju untuk meningkatkan produksi beberapa jenis amunisi dan bahkan menyatakan bahwa upaya untuk meningkatkan produksi senjata ini telah dimulai.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, kami memulai upaya ini beberapa bulan lalu bersama Menteri Hegseth dan Wakil Menteri Feinberg, dan kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra industri kami untuk lebih meningkatkan kemampuan unik militer Amerika dengan amunisi tercanggih di dunia. Kami bertindak dengan segera dan akan mengirimkannya,” tulis Lockheed Martin dalam rilisnya.
Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menanggapi kekhawatiran tentang persediaan senjata AS sebelum pertemuan tersebut.
“Militer AS memiliki amunisi, perbekalan, dan senjata yang lebih dari cukup untuk terus menghancurkan rezim Iran dan mencapai tujuan Operasi Epic Fury,” kata dia.
Pemerintahan menghadapi pertanyaan menyusul laporan berita yang menimbulkan kekhawatiran tentang tingkat rudal pencegat AS dan persediaan rudal lainnya selama konflik.
Leavitt mengatakan pertemuan itu telah direncanakan beberapa minggu sebelumnya sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat tingkat kesiapan militer AS.
Ia juga menyatakan bahwa pemerintah akan terus memberikan insentif kepada perusahaan pertahanan untuk mempercepat produksi.
“Presiden akan terus menyerukan kepada perusahaan-perusahaan Amerika ini untuk memproduksi lebih cepat senjata buatan AS yang sejauh ini merupakan yang terbaik di dunia,” tandas Leavitt. (RNS)

