Terkena pecahan peluru di Kuwait, tiga prajurit US Army tewas dan lima lainnya luka parah

US Army di KuwaitUS Army

AIRSPACE REVIEW – Tiga prajurit Angkatan Darat AS (US Army) tewas dan lima lainnya mengalami luka parah di tengah serangan AS terhadap Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan kematian ketiga prajurit AS tersebut dalam sebuah unggahan di X, tetapi tidak menyebutkan kapan dan di mana kejadiannya.

Namun unggahan itu menyebutkan bahwa lima prajurit lainnya mengalami luka ringan hingga parah akibat terkena pecahan peluru.

CENTCOM mengatakan akan merahasiakan identitas para anggota militer yang tewas selama 24 jam setelah keluarga mereka diberitahu.

Seorang sumber yang tidak disebutkan identitasnya namun mengetahui kejadian tersebut mengatakan kepada NBC News bahwa ketiga prajurit US Army yang tewas adalah mereka yang ditempatkan di Kuwait. Mereka bertugas di unit yang mengawasi pasokan dan logistik.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan duka cita bagi prajurit yang tewas dan mengucapkan terima kasih kepada para prajurit Amerika yang bertugas di medan perang.

“Kami berdoa untuk kesembuhan penuh para korban luka dan mengirimkan cinta dan rasa terima kasih abadi kami yang sebesar-besarnya kepada keluarga para korban yang gugur,” kata Trump dalam sebuah video yang diunggah di akun Truth Social miliknya pada Minggu sore.

Trump mengingatkan bahwa kemungkinan masih akan ada kiorban lainnya sebelum operasi militer berakhir.

“Dan sayangnya, kemungkinan akan ada lebih banyak korban sebelum ini berakhir. Begitulah adanya. Kemungkinan akan ada lebih banyak, tetapi kami akan melakukan segala upaya agar hal itu tidak terjadi,” tandas Trump.

Dalam video berdurasi sekitar enam menit, Trump menyebut mereka yang tewas sebagai patriot Amerika sejati yang telah melakukan pengorbanan tertinggi untuk bangsa.

Sebelumnya, Trump mengatakan kepada Daily Mail dalam sebuah wawancara telepon pada hari Minggu bahwa pasukan AS yang tewas adalah orang-orang hebat.

“Anda tahu, kami memperkirakan hal itu akan terjadi, sayangnya, bisa terjadi terus-menerus, bisa terjadi lagi,” kata Truimp. Ia memperkirakan serangan terhadap Iran akan berlangsung selama empat minggu.

Terkait rumor bahwa Iran telah menembak kapal induk AS dengan rudal-rudalnya, CENTCOM membantah hal ini dengan mengatakan bahwa rudal Iran bahkan tidak dapat menjangkau kapal induk USS Abraham Lincoln.

Garda Revolusi paramiliter Iran telah mengancam akan melancarkan operasi ofensif paling intens yang pernah ada dengan menargetkan instalasi militer Israel dan Amerika. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *