Angkatan Laut Prancis menerima pesawat pemburu kapal selam Atlantique 2 ke-18 yang dimodernisasi

Atlantique 2 Angkatan Laut PrancisAFP, Dassault

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Prancis telah menerima pengiriman pesawat patroli maritim Dassault-Breguet Atlantique 2 (ATL2) ke-18 dan terakhir yang telah ditingkatkan ke konfigurasi Standar 6.

Upaya modernisasi ini dilakukan Prancis agar armada tersebut tetap beroperasi hingga dekade berikutnya, sambil menunggu pesawat pengganti yang baru, yang rencananya adalah A321 MPA.

Penyerahan pesawat berlangsung pada 17 Februari 2026, oleh Badan Pengadaan Pertahanan Prancis (DGA) kepada Angkatan Laut Prancis. ATL2 yang telah ditingkatkan ini berbasis di Pangkalan Udara Angkatan Laut Lann-Bihoué di Brittany.

Modernisasi ATL2 ke Standar 6 berawal dari kontrak yang diberikan oleh DGA pada 4 Oktober 2013. Dalam program tersebut, 18 pesawat ATL2 dijadwalkan untuk ditingkatkan.

Sebanyak tujuh pesawat yang telah dimodernisasi akan dikirimkan oleh Dassault Aviation antara tahun 2019 dan 2023. Sementara 11 sisanya ditingkatkan oleh organisasi pemeliharaan penerbangan Angkatan Bersenjata Prancis, SIAé.

Dassault menggambarkan pembagian kerja ini sebagai upaya industri yang lebih luas, dengan Thales sebagai kontraktor bersama. Naval Group terlibat dalam perangkat lunak sistem tempur. Sementara SIAé berkontribusi pada pekerjaan modernisasi dan konsol taktis baru.

Meskipun ATL2 dirancang terutama sebagai platform perang antikapal selam, Standar 6 berfokus pada penyegaran sensor dan sistem misinya untuk mengatasi ancaman modern dan memperluas fleksibilitas di seluruh misi maritim dan bahkan darat.

Paket modernisasi Standard 6 mencakup radar Thales Searchmaster, subsistem akustik Thales baru untuk memproses data sonobuoy, menara optronik WESCAM, serta konsol navigasi dan taktis baru.

Peningkatan ke Standard 6 mendukung berbagai misi, mulai dari perburuan kapal selam tradisional dan peperangan antipermukaan hingga tugas dukungan yang lebih luas, termasuk peran dalam melindungi komponen kapal selam pencegahan nuklir Prancis, serta dukungan udara untuk pertempuran darat dan pengumpulan intelijen.

Selama Operasi Barkhane di Mali, Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis melaporkan kerja sama antara ATL2 Standard 6 Angkatan Laut Prancis dengan drone MQ-9 Reaper Angkatan Udara dan Antariksa Prancis.

Keuda platform tersebut bergantian melakukan pengawasan dan mempertahankan pengawasan saat ATL2 kembali ke pangkalan untuk mengisi bahan bakar sementara Reaper mempertahankan pengawasan.

Armada ATL2 telah bertugas di Angkatan Laut Prancis sejak akhir tahun 1980-an, dengan 28 pesawat ini telah diterima.

Selain 18 yang ditingkatkan, 10 lainnya telah dinonaktifkan, yaitu empat dijadikan sebagai suku cadang, sementara enam lainnya benar-benar telah dipensiunkan.

Salah satu keunikan ATL2 adalah desain lambungnya yang berbentuk “double-bubble”. Bagian atas untuk kru yang bertekanan udara (pressurized), sementara bagian bawah untuk persenjataan serta sensor.

Pesawat yang ditenagai dua mesin Rolls-Royce Tyne RTy.20 turboprop ini diawaki oleh 13 orang, termasuk operator sensor dan taktikal.

Pesawat mampu terbang selama 18 jam, sangat impresif untuk misi patroli lama. Kecepatan maksimum pesawat sekitar 650 km/jam dan jangkauan lebih dari 8.000 km.

ATL2 memiliki ruang bom (internal bomb bay) yang luas, memungkinkan pesawat membawa kombinasi senjata., yang terdiri dari torpedo ringan canggih MU90 Impact, rudal AM39 Exocet, dan bom berpemandu laser untuk target darat atau permukaan dalam skenario teretentu. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *