AIRSPACE REVIEW – Finlandia memulai perakitan akhir mesin F135 untuk jet tempur F-35A Lightning II berdasarkan kesepakatan antara industri pertahanan Finlandia, Patria, dengan produsen mesin asal Amerika Serikat, Pratt & Whitney.
Perjanjian ini secara resmi mengukuhkan keputusan strategis yang diumumkan pada tahun 2024 lalu dan secara permanen mengintegrasikan Finlandia ke dalam rantai industri global Program F-35.
Seperti diketahui, Finlandia telah memesan 64 jet tempur F-35A buatan Lockheed Martin untuk memperkuat angkatan udaranya.
Perakitan akhir mesin F135 akan dilaksanakan di fasilitas baru Patria di Linnavuori, Finlandia selatan. Pekerjaan ini akan dilaksanakan hingga tahun 2030 sesuai kontrak.
Di fasilitas tersebut teknisi Finlandia melakukan perakitan akhir, inspeksi detail, dan pengujian fungsional mesin F135, mengikuti standar teknis dan sertifikasi yang sama yang diterapkan di pusat internasional Pratt & Whitney.
Patria dalam rilisnya menyatakan, kapasitas lokal akan mengurangi waktu tunggu logistik, meningkatkan ketahanan rantai pasokan, dan mengurangi ketergantungan pada fasilitas asing dalam konteks meningkatnya ketidakstabilan geopolitik di Eropa.
Selain melaksanakan fase perakitan akhir mesin, Patria juga akan bertanggung jawab atas pemeliharaan, perbaikan, dan dukungan jangka panjang mesin ini selama seluruh masa pakai armada F-35 Finlandia.
Diharapkan, mulai tahun 2030 dan seterusnya, fasilitas di Linnavuori akan beroperasi terutama sebagai pusat layanan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) mesin F135, sekaligus menjamin Finlandia untuk mempertahankan kesiapan operasional pesawat tempur generasi kelimanya tersebut selama beberapa dekade ke depan.
Sementara itu Pratt & Whitney mengklaim, F135 merupakan mesin paling bertenaga yang pernah digunakan dalam jet tempur produksi massal.
Mesin tersebut menggabungkan daya dorong tinggi, integrasi sistem canggih, dan keandalan dalam operasi intensitas tinggi.
Angkatan Udara Finlandia dijadwalkan akan menerima kedatangan F-35A pertama mereka di negaranya pada akhir tahun 2026 ini.
F-35A akan dioperasikan di Pangkalan Udara Rovaniemi di utara negara itu. Pilot dan tim perawatan Angkatan Udara Finlandia telah menjalani program pelatihan di Amerika Serikat.
Tidak banyak diketahui, Patria yang lebih terkenal sebagai produsen kendaraan tempur darat lapis baja, memiliki unit bisnis bernama Patria Aviation yang bermarkas di Linnavuori, Nokia.
Fasilitas ini sudah menjadi pusat keunggulan mesin pesawat di Finlandia selama puluhan tahun.
Sebelum F-35, Patria Aviation menangani perawatan mesin General Electric F414 yang digunakan oleh F/A-18 Hornet Finlandia. Patria juga melakukan perawatan mesin untuk helikopter NH90. (RNS)

