AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Portugal dijadwalkan akan menerima kapal induk drone baru pada akhir tahun 2026. Saat ini kapal tersebut masih dibangun oleh galangan kapal Damen Group.
Kapal yang mendapatkan nama resmi NRP D. Joao II ini digolongkan sebagai Multifunctional Naval Platform (MNP), yang akan digunakan untuk mendukung misi jangka panjang termasuk pengawasan maritim, penelitian ilmiah, hingga pemantauan lingkungan.
Kontrak pembangunan kapal ini ditandatangani Kementerian Pertahanan Portugal (MDN) pada 24 November 2023 di Lisbon dengan Damen Group.
Proses manufakturnya dilakukan di galangan kapal Damen di Galați, Rumania, dengan peletakan lunasnya berlangsung pada 3 Oktober 2024.
Pengembangan MNP terkait langsung dengan kebutuhan Portugal untuk mengawasi wilayah maritimnya yang sangat luas, sekaligus mengurangi ketergantungan pada aset tradisional yang membutuhkan banyak awak.
MNP dirancang sejak awal untuk mengoperasikan kendaraan udara nirawak (USV), kendaraan permukaan air nirawak (USV), dan wahana bawah air nirawak (UUV).
Penggunaan sistem tanpa awak ini dikaitkan dengan konsentrasi kekuatan yang lebih cepat dan beban logistik yang lebih rendah dibandingkan dengan kapal induk konvensional.
Menariknya, NRP D. Joao II dirancang sebagai unit multi misi modular yang mampu mengubah konfigurasinya dalam waktu sekitar satu minggu, dengan mengganti sistem dan peralatan terkait.
Dari segi ukuran, kapal ini memiliki panjang 107,6 m, lebar 20 m, dan bobot sekitar 7.000 ton, serta memiliki dek penerbangan/pendaratan sepanjang 94 m.
Selain akan menampung drone intai serang yang belum disebutkan jenisnya, kapal juga dapat membawa helikopter serbaguna seperti SH-60, NH-90, atau EH-101.
Untuk operasi permukaan dan bawah permukaan, NRP D. Joao II memiliki hanggar khusus dan pintu buritan untuk meluncurkan/menaikkan USV dan UUV, yang didukung oleh sistem penentuan posisi dan komunikasi.
Kapasitas muatan mencakup ruang untuk hingga 18 kontainer standar 20 kaki, yang dapat dikonfigurasi untuk laboratorium, ruang hiperbarik, atau fungsi rumah sakit, serta 18 kendaraan ringan, termasuk ambulans dan hingga sepuluh boat.
Jumlah awak standar pada kapal adalah 48 orang, dengan akomodasi untuk 42 spesialis tambahan seperti ilmuwan dan operator sistem tanpa awak. Dalam situasi darurat, kapal dapat menampung antara 100 hingga 200 orang tambahan. (RBS)

