AIRSPACE REVIEW – Presiden Rusia Vladimir Putin mengonfirmasi kapal pemecah es bertenaga nuklir Lider sedang dibangun dan ditargetkan rampung pada tahun 2030.
Hal ini diungkapkan oleh Putin saat berbicara di hadapan para mahasiswa di Institut Fisika dan Teknologi Moskow pada 23 Januari 2026.
Kehadiran kapal ini guna memperkuat kemampuan Rusia untuk mengendalikan akses Arktik, membentuk kembali keseimbangan militer dan logistik di wilayah yang juga ingin dikuasai Amerika Serikat.
Kapal yang dikenal juga sebagai Proyek 10510 ini digambarkannya sebagai kapal berdaya 120-150 MW tanpa tandingan di dunia. Kapal sedang dalam proses pembangunan di galangan kapal Zvezda.
Lider dibekali sistem propulsi turbo-elektrik nuklir, yang digerakkan oleh dua reaktor RITM-400. Memiliki panjang sekitar 209 m dengan lebar sekitar 47,7 m dan bobot mendekati 70.000 ton.
Kapal raksasa ini sanggup memecah lapisan es setebal lebih dari 4 m dan membuka saluran selebar sekitar 50 m untuk pengawalan Arktik sepanjang tahun dan berkelanjutan.
Meskipun Lider adalah kapal sipil yang dibangun untuk menjaga agar Rute Laut Utara tetap terbuka dan untuk mengawal lalu lintas komersial, dalam operasionalnya juga digunakan mendukung kegiatan militer Angkatan Laut Rusia.
Lider dirancang untuk memandu kapal lainnya dengan laju kecepatan sekitar 11 knot atau setara dengan 20 km/jam.
Kapal dapat diandalkan dalam dukungan logistik seperti pemindahan bahan bakar, amunisi, material konstruksi, dan peralatan berat ke garnisun Arktik dengan lebih cepat.
Kehadiran Lider juga memperkuat Rute Laut Utara sebagai koridor sepanjang tahun, mengurangi ketergantungan pada rute maritim selatan serta dapat melewati titik-titik rawan bila terjadi krisis dengan NATO. (RBS)

