AIRSPACE REVIEW – Tiga jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation dari Prancis telah tiba di Indonesia dan saat ini berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait di Jakarta pada Selasa, 27 Januari 2026.
Ia juga memastikan, secara administratif dan teknis TNI AU sudah bisa mengoperasikan tiga pesawat tempur Rafale tersebut.
“Tiga unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Indonesia dan saat ini berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Secara administratif dan teknis, pesawat tersebut telah diserahterimakan dan sudah dapat digunakan oleh TNI AU,” kata Rico, dikutip dari Antara.
Kedatangan tiga jet Rafale dengan registrasi T-0301, T-0302, dan T-0303, merupakan pengiriman gelombang pertama dari total 42 Rafale yang telah dipesan Indonesia.
Dua Skadron di Pekanbaru dan Satu Skadron di Pontianak
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertahanan RI telah memesan 42 jet Rafale dari Prancis dalam tiga fase kontrak yang telah ditandatangani dan seluruhan kontrak telah berstatus efektif.
Penandatanganan utama kontrak pembelian 42 Rafale ditandatangani pada 10 Februari 2022 di Jakarta disaksikan saat itu oleh Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto yang kini menjabat Presiden RI.
Pada 9 September 2022, kontrak pertama untuk enam unit Rafale resmi aktif/efektif (come into force) setelah Indonesia melakukan pembayaran awal. Produksi batch awal Rafale dimulai.
Kemudian pada 10 Agustus 2023, kontrak tambahan untuk 18 unit Rafale juga resmi efektif. Produksi batch kedua pun dimulai.
Lalu pada 8 Januari 2024, fase kontrak ketiga untuk 18 unit Rafale resmi efektif, melengkapi total pesanan menjadi 42 unit. Produksi jet Rafale batch ketiga pun dimulai.
Ketiga kontrak tersebut berstatus efektif setelah Indonesia sejak tanggal 10 Februari 2022 hingga Januari 2024 melakukan proses penganggaran dan melakukan pembayaran awal kepada Dassault.
Status kontrak efektif penting karena pihak pabrikan akan memasukkan pesanan ke dalam jalur produksi setelah syarat pembayaran sesuai ketentuan telah dilakukan.
Total nilai investasi pembelian Rafale mencapai 8,1 miliar USD atau bila dikonversi ke dalam rupiah dengan kurs yang fluktuatif pada 2022-2024, berkisar sekitar Rp125 triliun hingga Rp132 triliun.
Nilai investasi tersebut mencakup pesawat, persenjataan, pelatihan, suku cadang, dan simulator serta infrastruktur terkait.
TNI AU akan menempatkan Rafale gelombang pertama di Skadron Udara 12 di Lanud Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Provinsi Riau. Sebelumnya Skadron Udara 12 mengoperasikan jet tempur taktis Hawk 100/200 dari Inggris.
Sisa armada Hawk 100/200 dari Skadron Udara 12 telah dialihkan ke Skadron Udara 1 di Lanud Supadio, Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, bergabung dengan armada yang sama di skadron tersebut.
Penerbangan transfer pesawat Hawk 100/200 dari Skadron Udara 12 ke Skadron Udara 1 dilaksanakan pada tanggal 7-8 Januari 2026 lalu.
Setelah Skadron Udara 12 terpenuhi dengan jet Rafale, skadron kedua yang akan diisi jet tempur bersayap delta andalan Negeri Eiffel ini adalah Skadron Udara 1 dengan memensiunkan armada Hawk 100/200-nya.
Setelah terpenuhi untuk kebutuhan satu skadron, berikutnya jet tempur Rafale akan mengisi Skadron Udara 16 di Lanud Roesmin Nurjadin yang saat ini mengoperasikan jet tempur F-16 Fighting Falcon.
Selutuh jet F-16 yang tersisa di Skadron Udara 16 akan dipindahkan ke Lanud Iswahjudi di Magetan Jawa Timur, untuk memperkuat Skadron Udara 3 dan Skadron Udara 14. Kedua skadron ini mengoperasikan jet tempur yang sama buatan Amerika Serikat. (RNS)

Alhamdulilah, Bienvenue Rafale 👍