AIRSPACE REVIEW – Kedutaan Besar Hungaria di Stockholm, Swedia memperlihatkan foto jet tempur Gripen C pertama dari empat yang dipesan Budapest untuk Angkatan Udara Hungaria (ML). Pesawat tersebut masih dalam tahap produksi di pabrik Saab.
Ini adalah Gripen tambahan untuk meningkatkan kekuatan udara negara di Eropa Tengah tersebut, melalui kontrak yang ditandatangani pada Februari 2024.
Dengan tambahan empat pesawat, Hungaria akan mengoperasikan 18 pesawat keluarga Gripen C/D/. Selain digunakan untuk pertahanan dalam negeri, armada Gripen juga dilibatkan dalam misi-misi NATO.
Sebanyak 14 Gripen yang dioperasikan ML saat ini, terdiri dari 12 Gripen C berkursi tunggal dan 2 Gripen D berkursi tandem. Selama ini pesawat tersebut merupakaan sewaan dari Saab.
Namun dengan perjanjian terakhir, seluruh pesawat Gripen tersebut mulai tahun 2026 akan berpindah kepemilikan kepada Hungaria.
Jet tempur Gripen diakui memiliki tingkat kesiapan operasional yang tinggi. Hungaria terus mempercayakan pemeliharaan dan dukungan logistik kepada Saab untuk menjaga kesiapan operasinya hingga tahun 2036.
Model dukungan jangka panjang ini dianggap sebagai salah satu daya tarik utama Gripen di pasar internasional, karena menjamin prediktabilitas biaya dan kesiapan operasional yang tinggi, faktor-faktor penting untuk misi peringatan dini, dan pengawasan udara.
Bersamaan dengan kedatangan pesawat baru, pesawat tempur Gripen Hungaria lainnya sedang menjalani proses modernisasi komprehensif.
Kontrak yang ditandatangani pada Agustus 2021 menetapkan peningkatan Gripen ke standar MS20 Block 2, yang secara signifikan meningkatkan kemampuan tempur, komunikasi, dan integrasi dengan sistem NATO.
Di antara peningkatan yang paling relevan adalah penggabungan radar PS-05/A Mk4, yang menawarkan jangkauan lebih luas, peningkatan kinerja terhadap target dengan jejak rendah, dan peningkatan ketahanan terhadap gangguan elektronik.
Dengan fitur-fitur baru tersebut semakin meningkatkan kesadaran situasional pilot Gripen di lingkungan dengan ancaman tinggi.
Penguatan kemampuan ofensif juga mencakup integrasi persenjataan baru. Pada Desember 2021, Hungaria memesan rudal udara ke udara jarak pendek IRIS-T, yang dianggap sebagai salah satu yang tercanggih di kategorinya di Barat.
Kombinasi sensor yang dimodernisasi, perangkat lunak yang diperbarui, dan rudal canggih menempatkan pesawat tempur Gripen Hungaria pada level tinggi di segmen pesawat tempur ringan dan menengah Eropa.
Kemampuan ini telah digunakan berulang kali dalam operasi nyata. Hungaria secara aktif berpartisipasi dalam misi Patroli Udara Baltik NATO, yang bertanggung jawab untuk memantau wilayah udara Estonia, Latvia, dan Lituania. (RNS)

