AIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat AS (US Army) secara resmi telah memperlihatkan untuk pertama kalinya prototipe tank M1E3 Abrams di ajang Detroit Auto Show 2025 pada 14-25 Januari.
Disebutkan, tank ini adalah demonstrator awal yang dibuat untuk menguji ide, tata letak awak, kontrol, dan sistem, bukan tank yang sudah final.
Empat prototipe awal direncanakan dibangun, dan diharapkan akan digunakan oleh unit operasional untuk melihat bagaimana fitur-fitur baru bekerja dalam praktiknya.
Perusahaan Roush Defense di Warren, Michigan, ditunjuk untuk membangun prototipe tersebut. Sementara General Dynamics Land Systems (GDLS) akan menangani perencanaan produksi penuhnya.
Arah keseluruhan dari tank masa depan ini berfokus pada sistem digital, arsitektur terbuka, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan ancaman perang masa depan dari tahun 2040 dan seterusnya.
Secara penampilan, kubah (turret) pada M1E3 Abrams masih terlihat seperti model lama, tetapi telah dimodifikasi secara signifikan.
Kubah ini didasarkan pada cangkang M1A1 yang lebih tua, tetapi tidak lagi memiliki palka awak, periskop, atau elemen tata letak pengendalian tembakan lama. Artinya M1E3 Abrams akan memiliki kubah tanpa awak, atau semua awak berada di dalam lambung,
Meriam utama M1E3 tetap menggunakan kanon laras halus 120 mm M256 seperti pada Abrams saat ini, tanpa perubahan ukuran atau tata letak yang terlihat.
Di bagian belakang kubah, telah ditambahkan tonjolan baru, kemungkinan untuk menampung pengisi amunisi otomatis untuk amunisi 120 mm, mengurangi jumlah awak dari empat menjadi tiga.
Sebuah lubang tambahan di sebelah kiri pelindung meriam terlihat dan telah dikaitkan dengan lokasi bidik atau sensor utama baru, meskipun peran spesifiknya belum diklarifikasi.
Di atas kubah M1E3 Abrams terlihat membawa stasiun senjata yang dioperasikan dari jarak jauh (RWS) EOS R400 Mk2.
RWS ini menggabungkan peluncur granat otomatis 40 mm Mk19, senapan mesin 7,62 mm, dan peluncur yang menampung rudal antitank FGM-148 Javelin.
Pada R400 Mk2 juga dipasangkan radar EchoGuard untuk deteksi dan pelacakan antidrone, serta pertahanan jarak dekat.
Prototipe M1E3 Abrams dibekali pula dengan alat bidik optoelektronik stabil Leonardo S3 untuk fungsi komandan dan penargetan.
Sementara, lambung prototipe yang dipamerkan menunjukkan perubahan struktural yang lebih mencolok daripada kubahnya, terutama di bagian depan.
Pada bagian depan atas tampak diperkuat, dan memiliki dua palka depan, bukan satu palka pengemudi seperti yang digunakan pada tank Abrams yang lebih tua.
Hal ini sesuai dengan gagasan awak tiga orang yang duduk sepenuhnya di dalam lambung, konsisten dengan penghapusan posisi personil pengisi amunisi dari kubah.
Di dalam kabin M1E3 Abrams, fokusnya adalah mengurangi beban kerja dan membuat tank lebih mudah dioperasikan.
Kontrol pengemudi yang ditampilkan tampak menggunakan pengontrol game Fanatec sebagai perangkat kontrol utama.
Stasiun awak digambarkan sebagai sepenuhnya digital dan dapat dikonfigurasi, artinya tampilan dan kontrol dapat disesuaikan melalui interface perangkat lunak. .
Prototipe tank ini masih mempertahankan mesin turbin Abrams tradisional, meskipun mungkin kedepannya akan dilengkapi sistem propulsi hibrida.
Pada saat yang sama, Angkatan Darat AS telah mengkonfirmasi niatnya untuk beralih ke mesin diesel komersial dengan transmisi baru untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan kemudahan perawatan. (RBS)

