Ketegangan dengan Iran meningkat, AS pindahkan sebagian pasukan dan pesawat dari Pangkalan Al Udeid di Qatar

Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar menjadi pusat operasi AS di Timur TengahAP

AIRSPACE REVIEW – Amerika Serikat mulai memindahkan sebagian personel militernya dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran, Reuters melaporkan.

Langkah tersebut diambil saat Presiden Donald Trump mengevaluasi opsi politik dan militer dalam menghadapi meningkatnya kekerasan di negara Persia tersebut.

Sumber militer dan diplomatik menggambarkan keputusan tersebut sebagai penarikan sebagian aset yang bersifat sementara, untuk mengurangi risiko langsung dan meningkatkan fleksibilitas operasional.

Data pelacakan penerbangan sumber terbuka menunjukkan pesawat tanker KC-135 Angkatan Udara AS (USAF) telah meninggalkan Al Udeid dalam beberapa jam terakhir menuju lokasi lain.

Pengamat menganalisis, pemindahan pesawat ke tempat yang lebih aman lazim dilakukan untuk mengurangi faktor risiko dari serangan musuh.

Pemerintah Qatar secara resmi telah membenarkan bahwa sejumlah personel militer AS telah dipindahkan dari pangkalan tersebut.

Menurut Doha, prioritasnya adalah untuk memastikan keselamatan penduduk, warga asing, dan infrastruktur penting, termasuk instalasi militer.

Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa pemindahan personel dan aset militer telah dikoordinasikan di antara sekutu. Ditambahkan bahwa ini bukan penutupan pangkalan, melainkan penyesuaian sikap dalam menghadapi skenario yang tidak stabil.

Pangkalan Angkatan Udara Al Udeid merupakan salah satu jantung operasi udara Amerika Serikat di Timur Tengah.

Selain menjadi instalasi militer AS terbesar di Timur Tengah, pangkalan ini juga menampung Pusat Operasi Udara Gabungan, yang bertanggung jawab atas komando dan kendali misi udara di wilayah luas yang membentang dari Teluk Persia hingga Asia Selatan.

Dari pangkalan tersebut operasi pengawasan, penyerangan, pengangkutan, dan pengisian bahan bakar di udara dikoordinasikan, menjadikan pangkalan tersebut sebagai target yang sangat sensitif dalam skenario konfrontasi langsung dengan Iran.

Kehati-hatian AS bukan tanpa alasan. Dalam sebuah kejadian baru-baru ini, Pangkalan Al Udeid telah menjadi target serangan rudal balistik Iran menyusul aksi militer AS terhadap target strategis di Iran.

Saat itu sistem pertahanan udara Patriot mencegat sebagian besar proyektil, namun satu rudal mengenai pangkalan tersebut, menyebabkan kerusakan material.

Sampai saat ini, Departemen Luar Negeri AS belum mengeluarkan peringatan resmi yang merekomendasikan warga Amerika Serikat untuk menghindari perjalanan ke Qatar, juga belum memerintahkan perubahan drastis pada aktivitas sipil di negara tersebut.

Namun, kejadian sebelumnya menunjukkan bahwa, dalam situasi eskalasi yang cepat, keputusan tersebut dapat ditinjau kembali dalam jangka pendek, terutama jika ada tanda-tanda baru memburuknya keamanan regional.

Aset Militer AS di Al Udeid

Pangkalan Udara Al Udeid menjadi markas bagi lebih dari 10.000 personel militer AS. Di pangkalan udara ini terdapat Pusat Komando Pusat AS (U.S. Central Command/CENTCOM) yang mengawasi operasi di Timur Tengah dan Asia Tengah.

Di pangkalan tersebut juga terdapat Markas besar Angkatan Udara Pusat AS (U.S. Air Forces Central/AFCENT), Pusat Operasi Udara Gabungan (Combined Air Operations Center/CAOC), dan Middle East Air Defense – Combined Defense Operations Center (EAD-CDOC) yang baru diresmikan pada Januari 2026 ini.

Pangkalan Udara Al Udeid memiliki dua landasan pacu sepanjang 3,8 km yang mampu menampung hampir semua jenis pesawat militer AS.

USAF menempatkan secara bergantian sejumlah pesawatnya di pangkalan tersebut, mulai dari jet tempur F-35, F-15, F-16, F-22, pesawat tanker KC-135 dan KC-46A, pesawat angkut militer C-17 Globemaster III dan C-130J Super Hercules, hingga pesawat ISR dan berbagai jenis drone.

Selain pesawat, AS juga menempatkan sistem pertahanan udara seperti baterai rudal Patriot di pangkalan udara yang dibangun oleh Pemerintah Qatar tahun 1996 ini.

Hanggar dan bunker beton dibangun di pangkalan Al Udeid untuk melindungi pesawat dari serangan udara musuh.

Pangkalan ini juga dilengkapi dengan penyimpanan bahan bakar skala besar dan amunisi untuk mendukung operasi jangka panjang di kawasan Teluk. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *