Pasukan negara-negara Eropa tiba di Greenland untuk mendukung Denmark, Gedung Putih: ‘Gak ngefek’, AS tetap akan menguasainya

Pasukan AS tiba di GreenlandAP/YouTube

AIRSPACE REVIEW – Pasukan dari beberapa negara Eropa terus berdatangan ke Greenland pada hari Kamis sebagai bentuk dukungan untuk Denmark, Associated Press melaporkan.

Sebelumnya pada hari Rabu, Denmark telah mengumumkan akan meningkatkan kehadiran militernya di pulau terbesar di dunia yang dimilikinya tersebut.

Beberapa mitra Eropa menyatakan dukungan terhadap Denmark, termasuk Prancis, Jerman, Inggris, Norwegia, Swedia, dan Belanda.

Secara simbolis negara-negara tersebut langsung menempatkan sejumlah pasukan mereka di sana, dan akan menambahnya dalam beberapa hari mendatang.

Sementara itu pembicaraan antara perwakilan Denmark, Greenland, dan AS berlangsung pada hari Rabu, menyoroti ketidaksepakatan mendasar mengenai masa depan pulau di kawasan Arktik tersebut.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen, didampingi oleh rekan sejawatnya Vivian Motzfeldt, Menteri Luar Negeri, Bisnis, dan Perdagangan Greenland, mengatakan bahwa ketidaksepakatan mendasar mengenai Greenland tetap ada setelah mereka bertemu dengan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Gedung Putih.

Ketidaksepakatan semakin terlihat jelas ketika Gedung Putih menegaskan rencana untuk mengakuisisi Greenland, hal yang dinilai mustahil oleh Denmark.

Rasmussen mengatakan, pertemuan pada hari Rabu itu seharusnya berfokus bagaimana mengatasi kekhawatiran kemanan Amerika, tapi AS juga harus menghormati Denmark.

“Menurut pandangan kami, kelompok ini harus fokus pada bagaimana mengatasi kekhawatiran keamanan Amerika, sambil tetap menghormati garis merah Kerajaan Denmark,” ujar dia.

Pergerakan pasukan negara-negara Eropa ke Greenland, menggambarkan persatuan di antara negara-negara tersebut sekaligus mengirimkan sinyal kepada Presiden Donald Trump bahwa pengambilalihan Greenland oleh AS tidak diperlukan karena NATO bersama-sama dapat menjaga keamanan wilayah Arktik di tengah meningkatnya kepentingan Rusia dan China.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada hari Kamis menegaskan bahwa pengiriman pasukan negara-negara Eropa ke Greenland tidak berdampak pada pengambilan keputusan atau tujuan presiden AS untuk mengakuisisi Greenland.

“Presiden telah menyatakan prioritasnya dengan cukup jelas, bahwa ia ingin Amerika Serikat menguasai Greenland. Ia berpikir bahwa hal itu demi keamanan nasional kita yang terbaik,” ujar Leavitt.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pada hari Rabu bahwa unsur-unsur militer Prancis pertama sudah dalam perjalanan dan yang lain akan menyusul.

Pada tahap awal, Prancis langsung mengirimkan sekitar 15 prajuritnya dari unit infanteri gunung ke Nuuk, ibu kota Greenland.

Jerman menyusul pada hari Kamis dengan mengirimkan 13 personel militernya ke Greenland.

Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen mengatakan, kehadiran militer negara-negara Eropa di Denmark akan dibangun secara lebih permanen dengan kontribusi Denmark yang lebih besar.

Negara-negara mitra Denmark tersebut akan mengirimkan pasukan penjaganya secara bergiliran nantinya.

Menanggapi rencana akuisisi Greenland oleh AS, penduduk Greenland dan Denmark bereaksi dengan cemas. Namun mereka optimistis bahwa negosiasi dengan AS terus dilakukan dan dukungan Eropa mulai terlihat.

Di Nuuk, penduduk setempat mengatakan kepada AP bahwa mereka senang pertemuan pertama antara pejabat Greenland, Denmark, dan Amerika telah berlangsung, tetapi menyayangkan pertemuan tersebut menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

Maya Martinsen, 21 tahun, mengatakan ia lega mengetahui bahwa negara-negara Nordik mengirimkan bala bantuan, karena Greenland adalah bagian dari Denmark dan NATO.

Kedutaan Besar Rusia di Brussels pada hari Kamis mengecam apa yang disebutnya sebagai rencana agresif Barat sebagai tanggapan terhadap ancaman fiktif yang mereka ciptakan sendiri.

Dikatakan bahwa aksi militer yang direncanakan adalah bagian dari agenda anti-Rusia dan anti-China oleh NATO.

“Rusia secara konsisten mempertahankan bahwa Arktik harus tetap menjadi wilayah perdamaian, dialog, dan kerja sama yang setara,” bunyi pernyataan kedutaan besar tersebut. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *