Transformasi menuju standar F5, Dassault gandeng Harmattan AI untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan pada jet tempur Rafale

Rafale F5 dan nEUROn UCAVDassault Aviation

AIRSPACE REVIEW – Dassault Aviation telah menggandeng perusahaan start-up Prancis, Harmattan AI, untuk pengembangan keceradasn buatan (AI) yang akan diintegrasikan pada jet tempur Rafale standar terbaru F5, drone loyal wingman, dan sistem penerbangan lainnya.

Investasi senilai 200 juta USD telah diberikan Dassault kepada perusahaan yang baru didirikan pada April tahun 2024 tersebut.

Meski baru berdiri, Harmattan AI telah memiliki portofolio yang signifikan di mana perusahaan ini pada Juli 2025 telah menerima kontrak untuk memasok 1.000 drone bagi militer Prancis.

Harmattan AI juga telah melakukan kemitraan dengan Skyeton dari Ukraina untuk pengembangan drone Raybird yang dikerahkan dalam perang dengan Rusia.

Terkait nama Harmattan, bila kita ingat, dalam sejarah militer Prancis nama ini sangat melekat dengan Opération Harmattan, yaitu operasi militer Prancis di Libya pada tahun 2011 yang sekaligus melambungkan nama Rafale ke pasar jet tempur internasional.

Dassault berencana untuk mengintegrasikan solusi dari Harmattan AI ke dalam Rafale F5, khususnya guna mengendalikan pesawat tak berawak yang biasa disebut loyal wingman.

Varian F5 diperkirakan akan mulai beroperasi pada awal tahun 2030-an.

Kecerdasan buatan dari Harmattan AI akan menjadi kunci bagi pilot Rafale F5 untuk mengendalikan drone pendamping di medan tempur. Ini akan mengubah peran pilot dari sekadar penerbang tempur menjadi komandan taktis di udara.

Prancis memilih perusahaan AI dalam negeri untuk mengokohkan prinsip autonomie stratégique, yaitu otonomi strategis agar tidak tergantung pada perusahaan dari luar negeri.

Ini pula yang menjadi salah satu faktor jet tempur Rafale laris di pasaran, mengingat Prancis memiliki independensi, terutama dari komponen buatan Amerika Serikat yang banyak restriksinya.

Dengan diintegrasikannya sensor AI ke drone Raybird yang digunakan aktif dalam perang di Ukraina terlebih dahulu, AI buatan Harmattan ini dilatih dengan data peperangan elektronik (EW) dan situasi medan tempur yang sesungguhnya.

Sebelumnya pada Oktober 2024, Menteri Angkatan Bersenjata dan Urusan Veteran Prancis, Sébastien Lecornu, mengumumkan peluncuran pengembangan pesawat tempur tak berawak (UCAV) yang akan melengkapi standar Rafale F5 di masa depan setelah tahun 2030.

Pengumuman tersebut disampaikan pada upacara peringatan 60 tahun Angkatan Udara Strategis Prancis (FAS) di Pangkalan Udara Saint-Dizier, di hadapan Kepala Staf Angkatan Udara dan Antariksa Prancis (AAE) Jenderal Jérôme Bellanger dan Ketua serta CEO Dassault Aviation Éric Trappier,.

UAV tersebut akan melengkapi Rafale untuk pertempuran kolaboratif. Drone tersebut menggabungkan menggabungkan teknologi siluman, kontrol otonom dengan campur tangan manusia, kapasitas muatan internal, dan lainnya.

Drone ini akan memanfaatkan pencapaian program nEUROn, demonstrator UCAV siluman pertama di Eropa.

Jet Rafale F5 yang dipadukan dengan UCAV dan evolusinya, memastikan kemandirian dan keunggulan kemampuan Prancis dalam beberapa dekade mendatang.

Dimulai pada tahun 2003, program nEUROn menyatukan sumber daya penerbangan dari enam negara Eropa, dengan manajemen proyek oleh Dassault Aviation.

nEUROn menyelesaikan penerbangan perdananya pada Desember 2012. Lebih dari 170 penerbangan uji telah dilakukan hingga saat ini.

Program nEUROn telah memenuhi semua janjinya dalam hal tingkat kinerja, waktu penyelesaian, dan anggaran (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *