AIRSPACE REVIEW – India dilaporkan telah memilih Israel Aircraft Industries (IAI) untuk memodifikasi pesawat Boeing 767 menjadi pesawat tanker transport multimisi (MMTT) untuk Angkatan Udara India (IAF).
Dewan Akuisisi Pertahanan India (DAC) di bawah Kementerian Pertahanan India, telah mengesahkan program ini pada Desember 2025 dengan anggaran sebesar 905 juta dolar AS (USD).
Pesawat Boeing 767 akan dibeli dari pesawat bekas yang digunakan oleh maskapai penerbangan sipil.
Pesawat MMTT nantinya akan berfugnsi sebagai pesawat tanker udara, intelijen, dan transportasi strategis. India mensyaratkan penggunaan 30% kandungan lokal, selaras dengan program “Make in India” dan “Atmanirbhar Bharat” (Kemandirian India).
Dalam kajian IAF, Boeing 767 menawarkan jangkauan antarbenua, kapasitas kargo yang baik, dan fleksibilitas operasional yang tinggi.
Selain pengisian bahan bakar di udara, pesawat ini dapat dikonfigurasi untuk pengangkutan pasukan dan kargo strategis, evakuasi medis udara, misi kemanusiaan, dan dukungan logistik dalam skenario krisis.
IAI menekankan bahwa paket konversi tersebut dapat mencakup sistem pengisian bahan bakar selang dan keranjang modern, yang sesuai untuk armada Angkatan Udara India yang beragam, yang mengoperasikan jet tempur buatan Rusia, Prancis, dan dalam negeri.
Persetujuan program ini datang di saat meningkatnya kebutuhan india akan pesawat tenker untuk mendukung armada tempur IAF.
Pada tahun 2025, Kementerian Pertahanan India menyewa sebuah KC-135, termasuk pesawat, awak, dan perawatannya, untuk melatih pilot Angkatan Udara dan Angkatan Laut India dalam operasi pengisian bahan bakar di udara.
Program akuisisi pesawat tanker untuk IAF telah digagas oleh India sejak tahun 2006 atau dua puluh tahun lalu.
Pada beberapa kesempatan, Airbus A330 MRTT terpilih sebagai pemenang teknis, tetapi berulang kali ditolak karena tingginya total biaya paket, yang dapat dengan mudah melebihi 2 miliar USD hanya untuk enam pesawat baru.
Oleh karena itu, opsi penggunaan Boeing 767 MMTT yang telah dimodifikasi muncul sebagai solusi yang lebih pragmatis.
Meskipun bukan pesawat baru, model ini menawarkan kinerja yang memadai untuk kebutuhan operasional India dan memungkinkan keterlibatan yang lebih besar dari industri lokal, sesuatu yang sensitif secara politik dan penting secara strategis bagi New Delhi.
Sampai saat ini, 767 MMTT hanya memiliki satu operator yang terkonfirmasi di dunia, yaitu Angkatan Udara Kolombia yang telah menggunakan Boeing 767ER “Jupiter” yang dimodifikasi IAI sejak tahun 2010,
Dengan persetujuan DAC, program ini sekarang memasuki fase yang lebih praktis, yang meliputi penentuan kontrak akhir, pemilihan pesawat sipil, penetapan jadwal konversi, dan perincian pelatihan dan pemeliharaan. (RNS)


Jepang aja Pake 767 Tanker min.. 2 unit kalau tidak salah… Malah pelopor tanker Pegasus itu Jepang karena Jepang Pake 767 untuk Tankernya..