Nah! Michael Bay akan filmkan kisah dramatis penyelamatan terbesar pilot F-15E AS yang jatuh di pegunungan Iran
Ilustrasi - via WION AIRSPACE REVIEW – Sutradara spesialis film aksi Hollywood, Michael Bay, siap untuk kembali mengguncang bioskop. Kali ini, ia membidik salah satu operasi militer paling menegangkan dalam sejarah modern Amerika Serikat: Misi penyelamatan udara terbesar untuk mengevakuasi pilot dan WSO jet tempur F-15E Strike Eagle yang jatuh di Iran.
Bekerja sama dengan Universal Pictures, Michael Bay akan mengangkat “Operation Dude 44” yang merupakan bagian dari Operation Epic Fury ke layar lebar.
Proyek ini akan mengadaptasi buku terbaru karya jurnalis Mitchell Zuckoff yang dijadwalkan terbit tahun depan.
Kisah nyatanya berpusat pada kepanikan dan heroisme setelah sebuah jet tempur F-15E Strike Eagle Angkatan Udara AS (USAF) jatuh di kawasan ekstrem Pegunungan Zagros, Iran.
Peristiwa ini tercatat sebagai salah satu operasi pencarian dan penyelamatan tempur (Combat Search and Rescue/CSAR) paling kompleks dan terbesar yang pernah digelar oleh AS.
Bagaimana tidak? Demi menyelamatkan sang pilot dan perwira sistem senjata yang terdampar di wilayah Iran, militer AS tidak main-main dalam mengerahkan isi gudang senjatanya.
Tidak kurang dari 170 pesawat dikerahkan dalam operasi kolosal tersebut. Mulai dari jet tempur superioritas udara, pesawat perang elektronik yang bertugas mengacak radar musuh, pesawat peringatan dini (AWACS), armada tanker pengisi bahan bakar di udara, hingga pesawat tanpa awak (drone) yang mengawasi situasi selama 24 jam penuh.
Ketegangan makin memuncak karena salah satu awak pesawat dilaporkan sempat terisolasi dan harus bertahan hidup sendirian selama lebih dari satu hari di medan berat Pegunungan Zagros, sembari menghindari kepungan pasukan musuh sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.
Bagi Michael Bay —yang sebelumnya sukses menggarap film bertema militer dan kisah nyata seperti Pearl Harbor, Transformers, dan 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi— proyek ini menjadi panggung sempurna untuk memamerkan keahliannya meracik adegan udara yang megah sekaligus dramatis.
Dalam proyek ini, Bay juga kembali berkolaborasi dengan produser andalannya, Scott Gardenhour dan Erwin Stoff.
Film ini diprediksi tidak hanya akan menjual deretan aksi ledakan khas Michael Bay, tetapi juga menyajikan ketegangan psikologis luar biasa dari para pilot yang bertahan hidup, serta kehebatan doktrin militer AS dalam prinsip utama mereka: “Jangan pernah tinggalkan prajurit di belakang.”
Gak sabar untuk menontonnya? Mari kita tunggu bersama. (RNS)

