Tak ingin ketinggalan tren global, Malaysia meluncurkan drone serang berbiaya rendah HDS NSS

Drone kamikaze Malaysia HDS NSSVia X

AIRSPACE REVIEW – Industri pertahanan dunia tengah berlomba-lomba mengembangkan amunisi jelajah atau populer sebagai drone kamikaze, yang terinspirasi dari Perang Rusia-Ukraina dan terakhir Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Di kawasan Asia Tenggara juga tak ketinggalan dalam perancangan amunisi jelajah berbiaya murah ini termasuk Thailand, Vietnam, Indonesia dan Malaysia.

Khusus untuk negara jiran, baru saja memperkenalkan drone HDS-NSS dalam pameran pertahanan internasional DSA 2026 yang berlangsung pada 20-23 April di Kuala Lumpur.

Drone ini dikembangkan oleh perusahaan lokal HeiTech Defence Systems yang sebelumnya dikenal bergerak dalam solusi pertahanan yang berfokus pada simulasi, pelatihan, dan integrasi sistem.

Secara tampilan, HDS-NSS memiliki kemiripan dengan drone kamikaze Shahed-136 dari Iran, yang desainnya bangat ditiru oleh negara lain termasuk Rusia, China dan Amerika Serikat.

Untuk spesifikasinya, drone memiliki bentang sayap 1,2 m, panjang keseluruhan 1,1 m, dan berat lepas landas maksimum (MTOW) 7 kg.

Badan pesawat menggunakan komposit serat karbon ringan dan dapat diluncurkan dari peluncur karet atau rangka pneumatik.

HDS-NSS dirancang untuk berpatroli di atas target maksimum hingga 30 menit atau jangkauan 20 km, sebelum menyerangnya secara presisi dengan muatan hulu ledak 20 kg.

Kehadiran drone ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas menuju sistem otonom sekali pakai yang meningkatkan fleksibilitas serangan, dan mengurangi risiko terhadap personel.

Amunisi jelajah memperpendek rantai sensor ke penembak, memungkinkan unit-unit yang tersebar untuk menyerang target yang sensitif terhadap waktu.

Secara operasional, HDS-NSS cocok untuk menyasar target tetap seperti pos komando, simpul radar, posisi artileri, titik logistik, pesawat yang diparkir, atau perahu kecil yang berlabuh. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *