AIRSPACE REVIEW – Sebuah pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas milik Angkatan Udara Belgia (BAF) menjadi sasaran tembakan saat menjalankan misi internasional di Haiti pada Minggu, 19 April 2026.
Menteri Pertahanan Belgia, Theo Francken, mengatakan insiden terjadi ketika pesawat tengah menempuh rute dari Santo Domingo, Republik Dominika, menuju Bandara Internasional Port-au-Prince.
Pesawat saat itu membawa sekitar 80 personel tentara asal Chad guna memperkuat misi perdamaian PBB.
Meskipun pesawat menjadi target serangan saat berada di ketinggian rendah dalam fase pendaratan (final approach), pilot berhasil mendaratkan burung besi tersebut dengan selamat tanpa ada kru maupun penumpang yang terluka.
Kerusakan baru terungkap setelah tim teknis melakukan prosedur inspeksi pasca-terbang (post-flight inspection).
Petugas menemukan sejumlah lubang peluru yang bersarang di area sensitif, yakni pada bagian mesin dan struktur ekor (tail) pesawat.
Beruntung, sistem vital pesawat tetap berfungsi sehingga seluruh kru dan puluhan tentara Chad di dalamnya dinyatakan selamat tanpa cedera sedikit pun.
Kejadian ini semakin mempertegas tingginya risiko keamanan di wilayah udara Haiti, yang sebelumnya juga sempat memaksa maskapai komersial seperti Spirit Airlines menangguhkan layanan akibat serangan serupa dari geng kriminal.
Penugasan pesawat A400M milik BAF merupakan bagian dari mandat Dewan Keamanan PBB untuk membantu otoritas lokal merebut kembali kendali wilayah yang dikuasai kelompok bersenjata.
Saat ini, Belgia mengoperasikan delapan unit A400M melalui Wing Angkutan Udara ke-15, yang menjadi tulang punggung mobilitas logistik militer internasional dalam menghadapi eskalasi konflik di wilayah tersebut. (RW)

