AIRSPACE REVIEW – Angkatan Bersenjata Belanda secara signifikan memperluas kapasitas serangan presisinya dengan rencana pembelian 530 rudal AGM-114R2 Hellfire II baru, sehingga total persediaan di gudang senjatanya mencapai 1.800 unit.
Langkah tersebut memperkuat kemampuannya untuk memberikan daya tembak yang akurat dan mematikan dalam pertempuran jarak dekat, antilapis baja, dan misi antidrone.
Akuisisi Hellfire tambahan ini telah mendapatkan lampu hijau dari Departemen Luar Negeri AS pada 22 April 2026, yang menyetujui potensi Penjualan Militer Asing (FMS) dengan nilai total sekitar 200 juta USD.
Rudal AGM-114R2 ini merupakan modifikasi bertahap dari varian AGM-114R sebelumnya, yang masih mempertahankan arsitektur panduan pelacak laser semi aktif.
Namun AGM-114R2 telah menambahkan mode peledakan berdasarkan ketinggian, sekitar 1 m di atas target, meningkatkan efektivitasnya terhadap pasukan yang berada di tempat terbuka dan kendaraan ringan.
Varian ini memiliki kecepatan maksimum 1,3 Mach dan jangkauan operasional antara 7 km hingga 11 km, tergantung pada lintasan dan kondisi peluncurannya.
Rudal ini menggabungkan hulu ledak serbaguna termasuk jenis antitank berdaya ledak tinggi tandem, efek fragmentasi, dan mode sumbu tunda.
Untuk spesifikasinya keluarga Hellfire ll memiliki bobot antara 45 kg dan 49,4 kg, tergantung variannya, diameter 17,8 cm, dan panjang antara 162 cm – 175 cm.
Hellfire ll akandigunakan Belanda untuk mempersenjatai 28 helikopter serang AH-64 Apache yang ada dan 12 helikopter tambahan yang sedang dipesan.
Rudal udara ke permukaan ini dapat juga untuk mempersenjatai drone intai serang MQ-9 Reaper, yang saat ini telah memiliki empat unit, dan empat lainnya dalam pemesanan. (RBS)

