AIRSPACE REVIEW – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasokan senjata dari Amerika Serikat terus mengalir ke Ukraina. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa celah dalam sistem pertahanan udara masih menjadi tantangan kritis bagi keamanan negara tersebut.
Dalam pernyataan terbarunya, Zelensky menekankan pentingnya bantuan militer yang berkelanjutan dari Washington untuk menahan agresi Rusia.
Ia menandaskan bahwa jumlah sistem pertahanan udara yang ada saat ini masih jauh dari cukup untuk melindungi seluruh wilayah Ukraina dari serangan rudal dan drone Rusia.
Dikatakan bahwa paket bantuan yang telah disetujui mulai tiba di garis depan dan membantu pasukan Ukraina dalam mempertahankan posisi mereka.
Senjata-senjata dari AS tersebut mencakup amunisi artileri dan kendaraan tempur yang sangat dibutuhkan.
“Bantuan datang, dan itu sangat penting bagi kemampuan kami untuk melawan. Namun, ada satu hal yang tetap menjadi masalah utama, yaitu pertahanan udara,” ujar Zelensky.
Ia mencatat bahwa Rusia terus mengeksploitasi kekurangan sistem pertahanan udara Ukraina. Serangan udara Moskow yang gencar terhadap infrastruktur energi dan pusat-pusat kota di Ukraina telah menyebabkan kerusakan signifikan, yang menurut Zelensky hanya bisa dicegah jika Ukraina memiliki lebih banyak sistem canggih seperti Patriot atau NASAMS.
Presiden Ukraina terus mendesak para sekutu Barat, khususnya Amerika Serikat, untuk mempercepat pengiriman baterai pertahanan udara tambahan.
Menurutnya, perlindungan langit bukan hanya soal militer, tetapi juga soal menyelamatkan nyawa warga sipil dan menjaga stabilitas ekonomi negara yang terus digempur.
Meskipun ada hambatan logistik dan birokrasi, Amerika Serikat tetap menjadi donor bantuan militer terbesar bagi Ukraina.
Pemerintah AS telah berkomitmen untuk terus mendukung Kyiv, namun tantangan dalam memproduksi dan mengirimkan sistem pertahanan udara yang kompleks tetap menjadi kendala utama dalam memenuhi permintaan mendesak dari pihak Ukraina. (ON)

